Tuesday, December 10, 2019

Terbaik Dengan Semakin Banyak Sedekah, Rezeki Semakin Bertambah Dan Berkah

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Salah satu tujuan dari pendidikan yaitu membentuk sumber daya insan yang baik, dan salah satu kriteria insan yang baik itu yakni insan yang pemurah, suka memberi apapun yang bisa ia berikan, mau membantu apapun yang ia bisa kepada orang lainnya.

Dan tentunya dalam istilah suka memberi ini, apapun bentuknya sanggup disebut dengan sedekah ibarat halnya memperlihatkan sedikit harta yang dipunya untuk mereka-mereka yang membutuhkan. Pada hakikatnya sekian persennya yaitu merupakan hak bagi mereka, dan kita patut bersyukur dikarenakan telah diamanahkan rezeki untuk kita dan juga untuk mereka-mereka yang berhak.

Telah banyak referensi positif yang telah saya saksikan dengan mata kepala sendiri bahwasannya seseorang yang gampang dalam membantu mengurangi beban penderitaan orang lainnya, maka ia akan mendapat akomodasi bahkan kelimpahan dalam hidupnya, dan tentu saja bukan hanya semakin bertambah hartanya akan tetapi juga berkah juga kehidupannya secara umum.

Keberkahan hidup intinya tidak sanggup diukur dengan banyaknya materi, jabatan, status sosial, dan sebagainya, akan tetapi lebih daripada mudahnya seseorang tersebut dalam setiap usahanya, sampai pada kesudahannya mereka akan dimudahkan oleh Allah SWT untuk meraih ketenangan / kedamaian hidup.

Dalam agama Islam pun telah ditentukan oleh Allah SWT, bahwasannya di mana orang suka memberi, maka Allah SWT pun akan lebih banyak lagi memberi, semakin orang gampang membantu, maka Allah SWT pun akan selalu membantu orang tersebut kapan saja dan di mana saja, alasannya yaitu Yang Maha Tinggi, Maha Kaya, Maha Pengasih dan Penyayang hanyalah Allah SWT.

Jadi, jangan ragu untuk memberi apapun yang bisa kita berikan kepada orang lain yang sedang membutuhkan, lupakan semua yang sudah pernah kita korbankan, dan terus berusaha memperhatikan apa yang sanggup kita lakukan untuk berkontribusi positif dalam kehidupan ini menurut potensi kita masing-masing. Percayalah, Allah SWT akan lebih memperhatikan hamba-hamba-Nya yang memperhatikan sesamanya… Semangatlah terus dalam berkarya dan berzakat baik Sobat untuk meraih kehidupan yang berkah… Salam Edukasi…!

Terbaik Tips / Cara Meraih Ketenangan Hidup Dengan Selalu Kontrol Emosi

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Pengertian / definisi emosi sering dikonotasikan dengan keadaan marah, padahal emosi itu bukan hanya murka akan tetapi segala luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat dan merupakan reaksi psikologis dan fisiologis menyerupai kegembiraan, kesedihan, keharuan, kecintaan, keberanian yang bersifat subjektif (berdasarkan pandangan / perasaan sendiri).

Oleh sebab itu dalam menjalani setiap keadaan / situasi yang terjadi, menyerupai halnya di jalan raya yang tentunya ramai dan padatnya kendaraan yang kemudian lalang, terkadang dijumpai adanya pengendara lain baik roda empat maupun roda dua bahkan pejalan kaki tentu saja akan seringkali memancing emosi kita untuk cenderung marah, jengkel, tak habis pikir, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, dari semua pancingan emosi ini, demi keselamatan kita sendiri maupun teman berkendara maka kontrol emosi sangat penting bagi kita. Jangan pernah terpancing apabila ada pengendara yang menyalip kendaraan kita, kadangkala sudah nyalipnya kencang, gak pake bel, pake “ngipas” lagi, hemz… kita tentu saja sangat kaget, dan impulsif kontrol emosi kita pun diuji. Jika terjadi, silahkan tarik nafas dalam-dalam dan panjang saja, biarkan mereka menempuh cara hidupnya sendiri, dan semoga yang melaksanakan hal menyerupai itu semoga selamat hingga tujuan.


Dalam kehidupan ini pun tak jauh berbeda dengan hiruk pikuknya kendaraan di jalan raya, emosi sanggup diasah, jangan terlalu meluap kegembiraan dan jangan terlalu dalam mencicipi kesusahan, semuanya telah diatur oleh Allah SWT, kita hanya menjalani tugas dalam kehidupan yang sekali ini. Hidup yaitu kesempatan satu-satunya untuk melaksanakan yang terbaik.

Baca juga : Cara Meredam / Mengendalikan Emosional Yang Sedang Memuncak

Insya Allah dengan selalu mengendalikan emosional kita pada titik aman. Kendalikan diri dikala senang ataupun susah maupun marah, maka hidup kita pun akan semakin sanggup kita nikmati dari hari demi harinya dan tentu saja cara hidup menyerupai ini akan sanggup meminimalisir penyesalan-penyesalan dan resiko-resiko besar yang tidak pernah kita inginkan di kemudian hari. Karena seringkali penyesalan-penyesalan merupakan akhir dari adanya langkah-langkah yang sudah diambil akan tetapi cenderung tidak terkendali / terkontrol secara benar.

Pada akhirnya, semoga kita semua sanggup senantiasa mengendalikan dan mengontrol emosi kita dalam situasi dan keadaan yang bagaimanapun juga, sehingga kesenangan sekaligus ketenangan hidup dari waktu ke waktu pun sanggup kita raih… Aamiin… Salam Edukasi…!

Terbaik Kemendikbud Ubah Struktur Gres Sesuai Permendikbud Nomor 11 Tahun 2015 Ihwal Organisasi Dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengalami perubahan struktur sesuai Permendikbud Nomor 11 Tahun 2015 wacana Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal yang paling tampak dalam perubahan struktur tersebut yakni perampingan unit eselon 1, dari sembilan menjadi delapan unit utama sebab adanya penggabungan Ditjen Pendidikan Dasar dengan Ditjen Pendidikan Menengah menjadi Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen).

Selain itu, ada dua unit utama yang mengalami perubahan nomenklatur. Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Ditjen PAUDNI) bermetamorfosis Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat. Sedangkan Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK-PMP) bermetamorfosis Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan. Sementara lima unit utama lain tidak berubah nomenklatur, yaitu Sekretariat Jenderal (Setjen), Inspektorat Jenderal (Itjen), Ditjen Kebudayaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang).

Dalam Permendikbud Nomor 11 Tahun 2015 tersebut juga disebutkan ada empat jabatan pimpinan tinggi untuk staf ahli, yaitu Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing, Staf Ahli Bidang Hubungan Pusat dan Daerah, Staf Ahli Bidang Pembangunan Karakter, dan Staf Ahli Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan.

Perubahan struktur juga terjadi pada unit eselon 2 yang menjalankan fungsi hubungan masyarakat (humas) Kemendikbud. Sebelumnya Humas Kemendikbud berada di unit eselon 2 dengan nama Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat (PIH). Sesuai Permendikbud Nomor 11 Tahun 2015, PIH bermetamorfosis Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) yang secara struktural berada di bawah Setjen Kemendikbud.

Unit eselon 2 lain yang mengalami perubahan struktur yakni Pusat Arkeologi Nasional (Arkenas) yang berubah nama menjadi Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Sebelumnya Arkenas yakni unit eselon 2 yang secara struktural berada di bawah Setjen Kemendikbud. Namun menurut Permendikbud Nomor 11 Tahun 2015, Arkenas menjadi Pusat Penelitian Arkeologi Nasional yang secara administratif dibina oleh Badan Penelitian dan Pengembangan dan secara teknis dibina oleh Ditjen Kebudayaan.

Permendikbud Nomor 11 Tahun 2015 wacana Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ditetapkan di Jakarta pada tanggal 17 April 2015 oleh Mendikbud Anies Baswedan. Permendikbud ini lalu diundangkan di Jakarta pada tanggal 22 April 2015 oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, sesuai Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 593. (Desliana Maulipaksi)

Terbaik Aliran Pelaksanaan Acara Ekstrakurikuler Di Sekolah / Madrasah

Sahabat Edukasi yang berbahagia... Menurut pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 perihal Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi penerima didik supaya menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Pengembangan potensi penerima didik sebagaimana dimaksud dalam tujuan pendidikan nasional tersebut sanggup diwujudkan melalui acara ekstrakurikuler yang merupakan salah satu acara dalam agenda kurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler yaitu agenda kurikuler yang alokasi waktunya tidak ditetapkan dalam kurikulum. Jelasnya bahwa acara ekstrakurikuler merupakan perangkat operasional (supplement dan complements) kurikulum, yang perlu disusun dan dituangkan dalam planning kerja tahunan/kalender pendidikan satuan pendidikan.

Kegiatan ekstrakurikuler menjembatani kebutuhan perkembangan penerima didik yang berbeda; menyerupai perbedaan sense akan nilai moral dan sikap, kemampuan, dan kreativitas. Melalui partisipasinya dalam acara ekstrakurikuler penerima didik sanggup berguru dan berbagi kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dengan orang lain, serta menemukan dan berbagi potensinya. Kegiatan ekstrakurikuler juga menawarkan manfaat sosial yang besar.

Beberapa istilah yang perlu dijelaskan dalam pedoman ini yaitu sebagai berikut :

1.   Ekstrakurikuler yaitu acara pendidikan yang dilakukan oleh penerima didik di luar jam berguru kurikulum standar sebagai ekspansi dari acara kurikulum dan dilakukan di bawah bimbingan sekolah dengan tujuan untuk berbagi kepribadian, bakat, minat, dan kemampuan penerima didik yang lebih luas atau di luar minat yang dikembangkan oleh kurikulum. Berdasarkan definisi tersebut, maka acara di sekolah atau pun di luar sekolah yang terkait dengan kiprah berguru suatu mata pelajaran bukanlah acara ekstrakurikuler.
2.   Ekstrakurikuler wajib merupakan agenda ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh seluruh penerima didik, terkecuali bagi penerima didik dengan kondisi tertentu yang tidak memungkinkannya untuk mengikuti acara ekstrakurikuler tersebut.
3.   Ekstrakurikuler pilihan merupakan agenda ekstrakurikuler yang sanggup diikuti oleh penerima didik sesuai dengan talenta dan minatnya masing-masing.

Visi acara ekstrakurikuler pada satuan pendidikan yaitu berkembangnya potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, dan kemandirian penerima didik secara optimal melalui kegiatan-kegiatan di luar acara intrakurikuler.

Sedangkan misi acara ekstrakurikuler pada satuan pendidikan yaitu sebagai berikut:

a.   Menyediakan sejumlah acara yang sanggup dipilih dan diikuti sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat penerima didik.
b.   Menyelenggarakan sejumlah acara yang menawarkan kesempatan kepada penerima didik untuk sanggup mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri secara optimal melalui acara berdikari dan atau berkelompok.

Fungsi acara ekstrakurikuler pada satuan pendidikan mempunyai fungsi pengembangan, sosial, rekreatif, dan persiapan karir :

a.   Fungsi pengembangan, yakni bahwa acara ekstrakurikuler berfungsi untuk mendukung perkembangan personal penerima didik melalui ekspansi minat, pengembangan potensi, dan pertolongan kesempatan untuk pembentukan abjad dan training kepemimpinan.
b.   Fungsi sosial, yakni bahwa acara ekstrakurikuler berfungsi untuk berbagi kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial penerima didik. Kompetensi sosial dikembangkan dengan menawarkan kesempatan kepada penerima didik untuk memperluas pengalaman sosial, praktek keterampilan sosial, dan internalisasi nilai moral dan nilai sosial.
c.   Fungsi rekreatif, yakni bahwa acara ekstrakurikuler dilakukan dalam suasana rileks, menggembirakan, dan menyenangkan sehingga menunjang proses perkembangan penerima didik. Kegiatan ekstrakurikuler harus sanggup mengakibatkan kehidupan atau atmosfer sekolah lebih menantang dan lebih menarik bagi penerima didik.
d.   Fungsi persiapan karir, yakni bahwa acara ekstrakurikuler berfungsi untuk berbagi kesiapan karir penerima didik melalui pengembangan kapasitas.

Tujuan pelaksanaan acara ekstrakurikuler pada satuan pendidikan adalah:

a.   Kegiatan ekstrakurikuler harus sanggup meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor penerima didik.
b.   Kegiatan ekstrakurikuler harus sanggup berbagi talenta dan minat penerima didik dalam upaya pembinaan langsung menuju pembinaan insan seutuhnya.

Prinsip acara ekstrakurikuler pada satuan pendidikan dikembangkan dengan prinsip sebagai berikut :

1.   Bersifat individual, yakni bahwa acara ekstrakurikuler dikembangkan sesuai dengan potensi, bakat, dan minat penerima didik masing-masing.
2.   Bersifat pilihan, yakni bahwa acara ekstrakurikuler dikembangkan sesuai dengan minat dan diikuti oleh penerima didik secara sukarela.
3.   Keterlibatan aktif, yakni bahwa acara ekstrakurikuler menuntut keikutsertaan penerima didik secara penuh sesuai dengan minat dan pilihan masing-masing.
4.   Menyenangkan, yakni bahwa acara ekstrakurikuler dilaksanakan dalam suasana yang menggembirakan bagi penerima didik.
5.   Membangun etos kerja, yakni bahwa acara ekstrakurikuler dikembangkan dan dilaksanakan dengan prinsip membangun semangat penerima didik untuk berusaha dan bekerja dengan baik dan giat.
6.   Kemanfaatan sosial, yakni bahwa acara ekstrakurikuler dikembangkan dan dilaksanakan dengan tidak melupakan kepentingan masyarakat.

Jenis acara ekstrakurikuler sanggup berbentuk :

1.   Krida; mencakup Kepramukaan, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), Palang Merah Remaja (PMR), Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), dan lainnya;
2.   Karya ilmiah; mencakup Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), acara penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian, dan lainnya;
3.   Latihan/olah bakat/prestasi; mencakup pengembangan talenta olahraga, seni dan budaya, cinta alam, jurnalistik, teater, keagamaan, dan lainnya; atau
4.   Jenis lainnya.

Format acara ekstrakurikuler sanggup diselenggarakan dalam banyak sekali bentuk :

1.   Individual; yakni acara ekstrakurikuler sanggup dilakukan dalam format yang diikuti oleh penerima didik secara perorangan.
2.   Kelompok; yakni acara ekstrakurikuler sanggup dilakukan dalam format yang diikuti oleh kelompok-kelompok penerima didik.
3.   Klasikal; yakni acara ekstrakurikuler sanggup dilakukan dalam format yang diikuti oleh penerima didik dalam satu kelas.
4.   Gabungan; yakni acara ekstrakurikuler sanggup dilakukan dalam format yang diikuti oleh penerima didik antarkelas.
5.   Lapangan; yakni acara ekstrakurikuler sanggup dilakukan dalam format yang diikuti oleh seorang atau sejumlah penerima didik melalui acara di luar sekolah atau acara lapangan.

Pengembangan Program dan Kegiatan Kegiatan ekstrakurikuler dalam Kurikulum 2013 dikelompokkan menurut kaitan acara tersebut dengan kurikulum, yakni ekstrakurikuler wajib dan ekstrakurikuler pilihan.

Ekstrakurikuler wajib merupakan agenda ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh seluruh penerima didik, terkecuali penerima didik dengan kondisi tertentu yang tidak memungkinkannya untuk mengikuti acara ekstrakurikuler tersebut. Dalam Kurikulum 2013, Kepramukaan ditetapkan sebagai acara ekstrakurikuler wajib dari sekolah dasar (SD/MI) sampai sekolah menengah atas (SMA/SMK), dalam pendidikan dari sekolah dasar sampai sekolah menengah atas. Pelaksananannya sanggup bekerja sama dengan organisasi Kepramukaan setempat/terdekat.

Ekstrakurikuler pilihan merupakan acara yang antara lain OSIS, UKS, dan PMR. Selain itu, acara ini sanggup juga dalam bentuk antara lain kelompok atau klub yang acara ekstrakurikulernya dikembangkan atau berkenaan dengan konten suatu mata pelajaran, contohnya klub olahraga menyerupai klub sepak bola atau klub bola voli.

Berkenaan dengan hal tersebut, satuan pendidikan (kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan) perlu secara aktif mengidentifikasi kebutuhan dan minat penerima didik yang selanjutnya dikembangkan ke dalam acara ekstrakurikuler yang bermanfaat positif bagi penerima didik. Ide pengembangan suatu acara ekstrakurikuler sanggup pula berasal dari penerima didik atau sekelompok penerima didik.

Program ekstrakurikuler berikut yaitu pola yang sanggup dikembangkan di satuan pendidikan sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang dimilikinya :

1.   Klub Tari, Nyanyi, Sandiwara, Melukis, banyak sekali kesenian daerah
2.   Klub Diskusi Bahasa, Sastra, Drama, Orasi
3.   Klub Voli, Sepak bola, Basket, Dayung, Badminton, Renang, Atletik, Silat, Karate, Yudo, Bela Diri lainnya.
4.   Klub Pencinta Matematika, Komputer, Otomotif, Elektronika.
5.   Klub Pencinta Alam, Pencinta Kupu-kupu, Pencinta, Arung Jeram, Pencinta Astronomi, Kebersihan Lingkungan, Pertanian
6.   Klub Pendaki Gunung, Kelompok Pekerja Sosial, Polisi Lalu Lintas Sekolah
7.   Perkumpulan Pengelola Rumah Ibadah, Kelompok Peduli Rumah Jompo, Kelompok Peduli Rumah Yatim.

Satuan pendidikan selanjutnya menyusun “Panduan Kegiatan Ekstrakurikuler” yang berlaku di satuan pendidikan dan mendiseminasikannya kepada penerima didik pada setiap awal tahun pelajaran.

Panduan acara ekstrakurikuler yang diberlakukan pada satuan pendidikan paling sedikit memuat :

1.   Kebijakan mengenai agenda ekstrakurikuler;
2.   Rasional dan tujuan kebijakan agenda ekstrakurikuler;
3.   Deskripsi agenda ekstrakurikuler meliputi:
a.   ragam acara ekstrakurikuler yang disediakan;
b.   tujuan dan kegunaan acara ekstrakurikuler;
c.   keanggotaan/kepesertaan dan persyaratan;
d.   jadwal kegiatan; dan
e.   level supervisi yang diharapkan dari orang bau tanah penerima didik.
4.   Manajemen agenda ekstrakurikuler meliputi:
a.   Struktur organisasi pengelolaan agenda ekstrakurikuler pada satuan pendidikan;
b.   Level supervisi yang disiapkan/disediakan oleh satuan pendidikan untuk masing-masing acara ekstrakurikuler; dan
c.   Level asuransi yang disiapkan/disediakan oleh satuan pendidikan untuk masing-masing acara ekstrakurikuler.
5.   Pendanaan dan prosedur pendanaan agenda ekstrakurikuler.

Dalam pelaksanaan acara ekstrakurikuler, penerima didik harus mengikuti agenda ekstrakurikuler wajib (kecuali bagi yang terkendala), dan sanggup mengikuti suatu agenda ekstrakurikuler pilihan baik yang terkait maupun yang tidak terkait dengan suatu mata pelajaran di satuan pendidikan tempatnya belajar.

Penjadwalan waktu acara ekstrakurikuler sudah harus dirancang pada awal tahun atau semester dan di bawah bimbingan kepala sekolah atau wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan penerima didik. Jadwal waktu acara ekstrakurikuler diatur sedemikian rupa sehingga tidak menghambat pelaksanaan acara kurikuler atau sanggup mengakibatkan gangguan bagi penerima didik dalam mengikuti acara kurikuler.

Kegiatan ekstrakurikuler dilakukan di luar jam pelajaran kurikuler yang berkala setiap hari. Kegiatan ekstrakurikuler sanggup dilakukan setiap hari atau waktu tertentu (blok waktu). Kegiatan ekstrakurikuler menyerupai OSIS, klub olahraga, atau seni mungkin saja dilakukan setiap hari sehabis jam pelajaran usai. Sementara itu acara lain menyerupai Klub Pencinta Alam, Panjat Gunung, dan acara lain yang memerlukan waktu panjang sanggup direncanakan sebagai acara dengan waktu tertentu (blok waktu).

Khusus untuk Kepramukaan, acara yang dilakukan di luar sekolah atau terkait dengan banyak sekali satuan pendidikan lainnya, menyerupai Jambore Pramuka, ditentukan oleh pengelola/pembina Kepramukaan dan diatur supaya tidak bersamaan dengan waktu berguru kurikuler rutin.

Penilaian acara ekstrakurikuler perlu diberikan terhadap kinerja penerima didik dalam acara ekstrakurikuler. Kriteria keberhasilan lebih ditentukan oleh proses dan keikutsertaan penerima didik dalam acara ekstrakurikuler yang dipilihnya. Penilaian dilakukan secara kualitatif.

Peserta didik diwajibkan untuk mendapat nilai memuaskan pada acara ekstrakurikuler wajib pada setiap semester. Nilai yang diperoleh pada acara ekstrakurikuler wajib Kepramukaan besar lengan berkuasa terhadap kenaikan kelas penerima didik. Nilai di bawah memuaskan dalam dua semester atau satu tahun menawarkan hukuman bahwa penerima didik tersebut harus mengikuti agenda khusus yang diselenggarakan bagi mereka.

Persyaratan demikian tidak dikenakan bagi penerima didik yang mengikuti agenda ekstrakurikuler pilihan. Meskipun demikian, evaluasi tetap diberikan dan dinyatakan dalam buku rapor. Penilaian didasarkan atas keikutsertaan dan prestasi penerima didik dalam suatu acara ekstrakurikuler yang diikuti. Hanya nilai memuaskan atau di atasnya yang dicantumkan dalam buku rapor.

Satuan pendidikan sanggup dan perlu menawarkan penghargaan kepada penerima didik yang mempunyai prestasi sangat memuaskan atau cemerlang dalam satu acara ekstrakurikuler wajib atau pilihan. Penghargaan tersebut diberikan untuk pelaksanaan acara dalam satu kurun waktu akademik tertentu; contohnya pada setiap selesai semester, selesai tahun, atau pada waktu penerima didik telah menuntaskan seluruh agenda pembelajarannya.

Penghargaan tersebut mempunyai arti sebagai suatu perilaku menghargai prestasi seseorang. Kebiasaan satuan pendidikan menawarkan penghargaan terhadap prestasi baik akan menjadi belahan dari diri penerima didik sehabis mereka menuntaskan pendidikannya.

Demikian beberapa ulasan mengenai pedoman acara ekstrakurikuler di sekolah / madrasah. Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam Edukasi…!

Info Update : Setelah berlakunya Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014, ketentuan dalam Peraturan Menteri Nomor 81A Tahun 2013 perihal Implementasi Kurikulum yang mengatur mengenai Kegiatan Ekstrakurikuler dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.  

Pedoman Kegiatan Ekstrakurikuler Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah yang menurut Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 perihal Kegiatan Ekstrakurikuler Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Terbaik Biografi Kh. Hasyim Asy’Ari – Kyai Pendiri Nu (Nadhlatul Ulama)

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Kyai Haji Mohammad Hasjim Asy'arie bab belakangnya juga sering dieja Asy'ari atau Ashari (lahir di Desa Gedang, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, 10 April 1875 – meninggal di Jombang, Jawa Timur, 25 Juli 1947 pada umur 72 tahun; 4 Jumadil Awwal 1292 H- 6 Ramadhan 1366 H; dimakamkan di Tebu Ireng, Jombang) ialah salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia yang merupakan pendiri Nahdlatul Ulama, organisasi massa Islam yang terbesar di Indonesia.

Di kalangan Nahdliyin dan ulama pesantren ia dijuluki dengan sebutan Hadratus Syeikh yang berarti maha guru.

Keluarga

K.H Hasjim Asy'ari ialah putra ketiga dari 10 bersaudara. Ayahnya berjulukan Kyai Asy'ari, pemimpin Pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang. Ibunya berjulukan Halimah. Sementara kesepuluh saudaranya antara lain: Nafi'ah, Ahmad Saleh, Radiah, Hassan, Anis, Fatanah, Maimunah, Maksum, Nahrawi dan Adnan.


Berdasarkan silsilah garis keturunan ibu, K.H. Hasjim Asy'ari mempunyai garis keturunan baik dari Sultan Pajang Jaka Tingkir juga mempunyai keturunan ke raja Hindu Majapahit, Raja Brawijaya V (Lembupeteng). Berikut silsilah menurut K.H. Hasjim Asy'ari menurut garis keturanan ibu: Hasjim Asy'ari putra Halimah putri Layyinah putri Sihah Putra Abdul Jabar putra Ahmad putra Pangeran Sambo putra Pengeran Benowo putra Joko Tingkir (Mas Karebet) putra Prabu Brawijaya V (Lembupeteng).

Ia menikah tujuh kali dan kesemua istrinya ialah putri dari ulama. Empat istrinya berjulukan Khadijah, Nafisah, Nafiqah, dan Masrurah. Salah seorang putranya, Wahid Hasyim ialah salah satu perumus Piagam Jakarta yang lalu menjadi Menteri Agama, sedangkan cucunya, Abdurrahman Wahid, menjadi Presiden Indonesia.

Pendidikan

K.H. Hasjim Asy'ari mencar ilmu dasar-dasar agama dari ayah dan kakeknya, Kyai Utsman yang juga pemimpin Pesantren Nggedang di Jombang. Sejak usia 15 tahun, ia berkelana menimba ilmu di banyak sekali pesantren, antara lain Pesantren Wonokoyo di Probolinggo, Pesantren Langitan di Tuban, Pesantren Trenggilis di Semarang, Pesantren Kademangan di Bangkalan dan Pesantren Siwalan di Sidoarjo.

Pada tahun 1892, K.H. Hasjim Asy'ari pergi menimba ilmu ke Mekah, dan berguru pada Syekh Ahmad Khatib Minangkabau, Syekh Mahfudh at-Tarmisi, Syekh Ahmad Amin Al-Aththar, Syekh Ibrahim Arab, Syekh Said Yamani, Syekh Rahmaullah, Syekh Sholeh Bafadlal, Sayyid Abbas Maliki, Sayyid Alwi bin Ahmad As-Saqqaf, dan Sayyid Husein Al-Habsyi.

Di Makkah, awalnya K.H. Hasjim Asy'ari mencar ilmu dibawah bimgingan Syaikh Mafudz dari Termas (Pacitan) yang merupakan ulama dari Indonesia pertama yang mengajar Sahih Bukhori di Makkah. Syaikh Mafudz ialah jago hadis dan hal ini sangat menarik minat mencar ilmu K.H. Hasjim Asy'ari sehingga sekembalinya ke Indonesia pesantren ia sangat populer dalam pengajaran ilmu hadis. Ia mendapat ijazah pribadi dari Syaikh Mafudz untuk mengajar Sahih Bukhari, dimana Syaikh Mahfudz merupakan pewaris terakhir dari pertalian akseptor (isnad) hadis dari 23 generasi akseptor karya ini. Selain mencar ilmu hadis ia juga mencar ilmu tassawuf (sufi) dengan mendalami Tarekat Qadiriyah dan Naqsyabandiyah.

K.H. Hasjim Asy'ari juga mempelajari fiqih madzab Syafi'i di bawah asuhan Syaikh Ahmad Katib dari Minangkabau yang juga jago dalam bidang astronomi (ilmu falak), matematika (ilmu hisab), dan aljabar. Di masa mencar ilmu pada Syaikh Ahmad Katib inilah K.H. Hasjim Asy'ari mempelajari Tafsir Al-manar karya monumental Muhammad Abduh. Pada prinsipnya ia mengagumi rasionalitas pemikiran Abduh akan tetapi kurang oke dengan ajukan Abduh terhadap ulama tradisionalis.

Gurunya yang lain ialah termasuk ulama populer dari Banten yang mukim di Makkah yaitu Syaikh Nawawi al-Bantani. Sementara guru yang bukan dari Nusantara antara lain Syaikh Shata dan Syaikh Dagistani yang merupakan ulama populer pada masa itu.

Perjuangan

Pada tahun 1899, sepulangnya dari Mekah, K.H. Hasjim Asy'ari mendirikan Pesantren Tebu Ireng, yang kelak menjadi pesantren terbesar dan terpenting di Jawa pada era 20. Pada tahun 1926, K.H Hasjim Asy'ari menjadi salah satu pemrakarsa berdirinya Nadhlatul Ulama (NU), yang berarti kebangkitan ulama.

Karya dan pemikiran

K.H. Hasjim Asy'ari banyak menciptakan goresan pena dan catatan-catatan. Sekian banyak dari pemikirannya, setidaknya ada empat kitab karangannya yang fundamental dan menggambarkan pemikirannya; kitab-kitab tersebut antara lain:

1.      Risalah Ahlis-Sunnah Wal Jama'ah: Fi Hadistil Mawta wa Asyrathis-sa'ah wa baya Mafhumis-Sunnah wal Bid'ah (Paradigma Ahlussunah wal Jama'ah: Pembahasan perihal Orang-orang Mati, Tanda-tanda Zaman, dan Penjelasan perihal Sunnah dan Bid'ah)

2.      Al-Nuurul Mubiin fi Mahabbati Sayyid al-Mursaliin (Cahaya yang Terang perihal Kecintaan pada Utusan Tuhan, Muhammad SAW)

3.      Adab al-alim wal Muta'allim fi maa yahtaju Ilayh al-Muta'allim fi Ahwali Ta'alumihi wa maa Ta'limihi (Etika Pengajar dan Pelajar dalam Hal-hal yang Perlu Diperhatikan oleh Pelajar Selama Belajar)

4.      Al-Tibyan: fin Nahyi 'an Muqota'atil Arham wal Aqoorib wal Ikhwan (Penjelasan perihal Larangan Memutus Tali Silaturrahmi, Tali Persaudaraan dan Tali Persahabatan)

5.      Muqaddimah al-Qanun al-Asasi li Jam’iyyat Nahdlatul Ulama Dari kitab ini para pembaca akan mendapat citra bagaimana pemikiran dasar beliau perihal NU. Di dalamnya terdapat ayat dan hadits serta pesan penting yang menjadi landasan awal pendirian jam’iyah NU. Boleh dikata, kitab ini menjadi “bacaan wajib” bagi para pegiat NU.

6.      Risalah fi Ta’kid al-Akhdzi bi Mazhab al-A’immah al-Arba’ah. Mengikuti manhaj para imam empat yakni Imam Syafii, Imam Malik, Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad bin Hanbal tentunya mempunyai makna khusus. Mengapa balasannya mengikuti jejak pendapat imam empat tersebut? Temukan jawabannya di kitab ini.

7.      Mawaidz. Adalah kitab yang sanggup menjadi solusi cerdas bagi para pegiat di masyarakat. Saat Kongres NU XI tahun 1935 di Bandung, kitab ini pernah diterbitkan secara massal. Demikian juga Prof Buya Hamka harus menterjemah kitab ini untuk diterbitkan di majalah Panji Masyarakat edisi 15 Agustus 1959.

8.      Arba’ina Haditsan Tata’allaqu bi Mabadi’ Jam’iyyat Nahdlatul Ulama Hidup. Ini tak akan lepas dari rintangan dan tantangan. Hanya pribadi yang tangguh serta mempunyai sosok yang kukuh dalam memegang prinsiplah yang akan lulus sebagai pememang. Kitab ini berisikan 40 hadits pilihan yang seharusnya menjadi pedoman bagi warga NU.

9.      Al-Tanbihat al-Wajibat liman Yushna’ al-Maulid bi al-Munkarat Merupakan kitab yang menyajikan beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memperingati maulidur rasul.

Demikian profil / biografi singkat dari KH. Hasyim Asy’ari yang admin share dari laman http://id.wikipedia.org. Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam Edukasi…!

Terbaik Tips / Cara Menjaga Kesehatan Bagi Yang Biasa Kerja Dengan Komputer / Laptop

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Di ketika ini, kerja di depan komputer / laptop hampir dipastikan menciptakan tubuh ini kurang bergerak, sebab posisi yang dilakukan ketika bekerja di depan laptop / komputer yakni duduk dikursi, lesehan di lantai, sebagian lagi dengan berdiri ibarat komputer yang tersedia secara gratis di kawasan kemudahan umum atau bahkan sambil tiduran di kamar, dan sebagainya.

Oleh sebab itu, untuk menjaga kesehatan tentunya diharapkan juga gerak tubuh alias olah raga barang sebentar biar otot-otot yang cenderung kaku sebab kurang gerak sanggup dikendorkan kembali, peredaran darah pun semakin membaik dan pada akibatnya vitalitas kesehatan akan tetap prima dan terjaga.


Lalu, apa saja olah raga ringan yang sanggup Sahabat-sahabat lakukan untuk menjaga kesehatan walaupun seringkali bekerja dengan laptop / komputer, di antaranya :

1.   Atur posisi kawasan duduk dan pastikan posisi monitor tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat, yang niscaya buat posisi tubuh maupun mata Anda senyaman mungkin.

2.  Jangan terlalu usang mata dibiarkan fokus pada layar monitor komputer, berikan relaksasi dengan berkedip, lihat kanan, kiri, atas dan bawah sekali-kali biar mata tak terlalu cepat lelah dan berat.

3.   Sekali-kali juga ambil posisi lain, contohnya berdiri sebentar, gerakkan badan, dan lemaskan bagian-bagian yang terasa kaku, biar kram tidak terjadi sebab peredaran darah normal kembali.

4.  Jika pun sempat, lakukan olah raga di pagi hari, ibarat jogging, senam pagi, jalan sehat, dan sebagainya.

5.   Olah raga alternatif di rumah pun sanggup dilakukan dengan sekali-kali mencuci kendaraan sendiri, bersih-bersih rumah, dan acara sehari-hari di rumah yang melibatkan aktifitas fisik.

6.   Sebelum tidur silahkan lemaskan tubuh terlebih dahulu dengan gerakan pelemasan saja, dan usahakan minum air putih sebelum dan sebangun dari tidur untuk menghindari dehidrasi.

Demikian beberapa tips / cara menjaga kesehatan bagi Rekan-rekan yang terbiasa bekerja di depan laptop / komputer. Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam Edukasi…!

Terbaik Pentingnya Mengelola Pikiran Dengan Baik Dan Benar

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Allah SWT telah memperlihatkan karunia yang luar biasa kepada seluruh insan yang merupakan makhuk paling mulia di muka bumi ini, salah satunya ialah pikiran. Pikiran sanggup juga diartikan dengan akal, ingatan, angan-angan, gagasan, niat, dan maksud.

Oleh alasannya ialah itu, betapa kompleksnya apa yang sanggup dilakukan oleh pikiran ini, maka terlepas dari hal baik ataupun hal buruk, tentu saja semuanya akan menjadikan sebuah kesimpulan tamat sebagai akumulasi dari apa / hal apa saja yang dipikirkan.

Banyak sudah dongeng positif di mana seseorang yang seringkali berpikir ia akan menjadi orang yang sukses di masa mendatang, maka berapa tahun ataupun beberapa puluh tahun kemudian ia memang benar-benar sukses menyerupai apa yang telah seringkali ia pikirkan, selain itu, ada pula dongeng di mana dengan seringnya memvonis diri menjadi seorang yang tidak bisa melaksanakan apa-apa, dan ternyata memang benar-benar tidak terjadi perubahan yang signifikan di sepanjang hidupnya.

Namun ada beberapa hal penting dalam mengelola pikiran dan tentu saja kita tidak “menuhankan” pikiran itu sendiri, akan tetapi konsepnya ialah pikiran sebagai anugerah dari Tuhan yang perlu kita syukuri, kita optimalkan fungsi dan keuntungannya secara bijak.

Sehingga, apapun yang dipikirkan secara mendalam dan terus-menerus itu menyerupai energi magnetik yang efektif untuk mendatangkan segala sesuatu yang mengakibatkan hasil kesimpulan pikiran tersebut menjadi benar-benar nyata.

Selamat berkarya dengan niat dan cara yang positif, serta good oriented, kemudian raih capaian optimal Anda. Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam Edukasi…!