Showing posts sorted by relevance for query petunjuk-teknis-mengisi-laporan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query petunjuk-teknis-mengisi-laporan. Sort by date Show all posts

Sunday, October 20, 2019

Terbaik Petunjuk Teknis Mengisi Laporan Individu Sekolah / Madrasah (Li-S/M) Tahun Pelajaran 2014/2015

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Berikut tips singkat bagaimana petugas sekolah mengisi Laporan Individu Sekolah / Madrasah tahun pelajaran 2014/2015 ini :

Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam proses pengisian LI (Laporan Individu Sekolah / Madrasah) yakni sebagai berikut, di antaranya :

1.  Seluruh data yang disikan dalam LI sekolah ini disesuaikan dengan Dapodik untuk sekolah dalam naungan Kemdikbud dan pendataan EMIS pada Madrasah dalam naungan Kementerian Agama.
2.   Selanjutnya juga untuk pengisian Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) juga harus sesuai dengan yang tercantum di laman http://referensi.data.kemdikbud.go.id.
3.   Format yang sudah ada dalam Laporan Individu Sekolah ini pun dilarang dirubah kembali, alasannya Format LI-S/M sudah baku tentunya.

Berikut panduan singkat cara pengisian Lembar Individu Sekolah / Madrasah tahun pelajaran 2014/2015 :

1.   Buka file hasil unduhan LI dengan jadwal Excel Office 2007 atau versi setelahnya.

2.   Jangan diubah format aslinya.

3. Entry dengan benar sesuai dengan keadaan yang bahwasanya serta diubahsuaikan dengan Dapodikdas / Dapodikmen untuk Sekolah dalam naungan Kemdikbud dan sesuai dengan data pada pendataan EMIS untuk Madrasah Kemenag.

4. Pada kolom isian tanggal akreditasi, dalam mengisikan tanggal semoga sanggup disimpan, silahkan entry tanggal/bulan/tahun dengan cara ditulis tanggal-bulan-tahun dengan tahun ditulis 2 digit angka terakhir.

 Contoh : Tanggal 12/10/2013 maka diketik 12/10/13 :

5.   Setelah proses isian  dalam File LI Sekolah / Madrasah Anda selesai, silahkan disimpan dengan nama file file awal : LI-MA / MTs /  MI / RA, bagi yang sudah di isi/ketik file, silahkan diganti nama file terbaru yang sudah selesai dikerjakan tersebut dengan nama LI - Jenjang Sekolah - Nama Sekolah/Lembaga masing-masing.

Contoh : LI-SMP di ganti LI-SMP Negeri Satu Atap Kabupaten Tebo, dan lain-lain.

6.   Cetak / Print Out LI Sekolah / Madrasah tersebut 2 (dua) rangkap beserta softcopy-nya (CD atau flashdisc) menurut undangan dan petunjuk dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat.

Untuk download/unduh Format LI TK/PAUD/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan Sekolah Menengah kejuruan Tahun Pelajaran 2014/2015 selengkapnya, silahkan klik di sini…

Demikian panduan singkat mengisi form LI bagi sekolah TK/PAUD/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan Sekolah Menengah kejuruan pada tahun pelajaran 2014/2015 ini. Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam Edukasi...!

Terbaik Download Format Laporan Individu (Li) Sekolah/Madrasah (Laporan Keadaan 31 Juli) Lengkap ; Tk/Paud/Ra, Sd/Mi, Smp/Mts, Sma/Ma, Dan Smk Tahun Pelajaran 2015/2016

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Artikel berikut saya publish pada khususnya untuk beberapa Rekan yang telah menanyakan pada waktu sebelumnya dan bagi Rekan Edukasi yang sedang membutuhkan pada umumnya.

LI / Laporan Individu Sekolah juga seringkali disebut laporan 31 Juli ini berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan mulai dari TK/PAUD/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan Sekolah Menengah kejuruan sebagai laporan pendidikan dari setiap sekolah yang akan diakomodir oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota masing-masing.

Berikut links download pribadi format Laporan Individu Sekolah untuk tahun pelajaran 2015/2016 selengkapnya sanggup diunduh pada links di bawah ini :

Screenshoot Format Laporan Individu SD / Madrasah Ibtidaiyah Tahun Pelajaran 2015/2016 

Untuk melihat Juknis (Petunjuk Teknis) untuk mengisi LI Sekolah/Madrasah serta mengetahui hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam proses pengisian Laporan Individu Sekolah / Madrasah TP. 2015/2016 tidak berbeda dengan tahun sebelumnya, silahkan klik pada tautan berikut.

Demikian share gosip terkait links unduh format Laporan Individu Sekolah / Madrasah dari seluruh jenjang pendidikan di tahun pelajaran 2015/2016 untuk seluruh jenjang pendidikan. Semoga Rekan semua senantiasa sukses dan sehat selalu… Amiin... Salam Edukasi...!

Thursday, January 4, 2018

Terbaik Juknis Pemberian Tunjangan Biaya Peningkatan Kualifikasi Akademik Ke S-1/D-Iv Jenjang Dikdas Tahun 2015

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Berikut share khusus wacana petunjuk teknis pemberian derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV jenjang Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2015, sebagai berikut :

Salah satu kiprah dan fungsi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat P2TK Dikdas ialah untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan kualifikasi akademik guru sesuai dengan tuntutan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 wacana Guru dan Dosen. Peningkatan kualifikasi akademik guru ke jenjang S-1/D-IV yang sesuai dengan bidang kiprah guru diharapkan akan membawa efek pada peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Pada tahun 2015, penyaluran derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV bagi guru PNS dan bukan PNS untuk jenjang SD/SDLB, SMP/SMPLB, dan SLB dibayarkan melalui Direktorat P2TK Dikdas, yang dananya dialokasikan dalam DIPA tahun anggaran 2015.

Mulai tahun 2013, prosedur yang dipakai untuk penyaluran derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV bagi guru PNS dan bukan PNS tidak dilakukan melalui secara manual tetapi dengan sistem digital (dapodik). Pemberkasan dengan cara sistem digital dilakukan secara online melalui dapodik yang harus diisi dan diperbarui (updated) secara terus menerus oleh guru di sekolah masing-masing.

Petunjuk Teknis ini disusun sebagai teladan bagi Direktorat P2TK Dikdas, Dinas pendidikan provinsi, Dinas pendidikan kabupaten/kota, dan para pemangku kepentingan dalam penyaluran derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV bagi guru PNS dan bukan PNS.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 wacana Guru dan Dosen pasal 7 mengamanatkan bahwa guru sebagai tenaga yang profesional, wajib mempunyai kualifikasi akademik, kompetensi, dan akta yang sesuai dengan kewenangan mengajar. Pasal 9 menyatakan bahwa kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud diperoleh melalui pendidikan tinggi jenjang S-1/D-IV.

Hal tersebut lebih ditegaskan pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 wacana Standar Nasional Pendidikan Pasal 29 yang menyatakan bahwa pendidik pada pendidikan anak usia dini (PAUD), SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SDLB/SMPLB/SMALB dan SMK/MAK masing-masing memiliki:

1. Kualifikasi akademik minimal S-1/D-IV;
2. Latar belakang pendidikan tinggi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diampu;
3. Sertifikat profesi pendidik sesuai dengan peruntukannya.

Guru yang belum mempunyai kualifikasi akademik S-1/D-IV wajib ditingkatkan kualifikasi akademiknya supaya sesuai dengan yang diamanatkan undang-undang.

Pemberian derma biaya peningkatan kualifikasi akademik bagi guru SD/SDLB dan SMP/SMPLB bertujuan untuk memotivasi guru menuntaskan studi hingga memperoleh ijasah S-1/D-IV, memfasilitasi upaya peningkatan kinerja guru dalam proses pembelajaran, mempercepat proses peningkatan kualitas pendidikan melalui peningkatan mutu guru, dan mengurangi beban biaya yang harus ditanggung guru untuk memperoleh kualifikasi akademik S-1/D-IV.

Berdasarkan Keputusan Rapat Kerja Komisi X DPR-RI dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tanggal 14 Desember 2012 menyepakati bahwa semua kegiatan dekonsentrasi ditarik ke pusat kecuali kegiatan yang sesuai dengan pembagian urusan pemerintahan bidang pendidikan di provinsi yaitu: perencanaan, koordinasi, sosialisasi, pengawasan, dan penilaian dan monitoring.

Sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah mengambil kebijakan mulai tahun 2013 bahwa anggaran derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke jenjang S-1/D-IV bagi guru SD/SDLB dan SMP/SMPLB dialokasikan pada dana APBN Direktorat P2TK Dikdas. Untuk itu diharapkan petunjuk teknis mengenai Pemberian Bantuan Biaya Peningkatan Kualifikasi Akademik Ke S-1/D-IV Jenjang Pendidikan Dasar.

B. Landasan Hukum

1.   Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 wacana Sistem Pendidikan Nasional;
2.   Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 wacana Guru dan Dosen;
3.   Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 wacana Perubahan Keempat Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 wacana Pajak Penghasilan;
4.   Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 wacana Standar Nasional Pendidikan;
5.   Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 wacana Pendanaan Pendidikan;
6.   Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 wacana Guru;
7.   Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 wacana Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;
8.   Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 wacana Kedudukan, Tugas, Fungsi Kementerian Negara dan Eselon I, sebagaimana diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2010;
9.   Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2009 wacana Pemenuhan Beban Kerja Guru dan Guru yang Diangkat dalam Jabatan Pengawas Satuan Pendidikan;
10.    Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 10 Tahun 2011 wacana Pemberian Kuasa Kepada Direktur Jenderal yang Menangani Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Non-formal, dan Informal, Direktorat JenderalPendidikan Dasar, serta Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Untuk Menandatangani Keputusan Pemberian Tunjangan Profesi Guru, Tunjangan Khusus, dan Subsidi Tunjangan Fungsional;
11.    Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2012 wacana Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 69 Tahun 2012 Tentang perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2012 wacana Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

C. Tujuan

Petunjuk Teknis ini disusun sebagai teladan bagi semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan pemberian derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV.

D. Ruang Lingkup

Ruang lingkup yang diatur dalam Petunjuk Teknis ini ialah kriteria guru peserta derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV, prosedur penetapan penerima, pengelolaan program, prosedur penyaluran derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV, penghapusan pemberian derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV, jadwal pelaksanaan, pengendalian, pengawasan dan pelaporan.

E. Sasaran

Petunjuk teknis ini disusun sebagai teladan bagi pihak yang berkepentingan yaitu:

1.   Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
2.   Kementerian Keuangan,
3.   Badan Pemeriksa Keuangan,
4.   Badan Kepegawaian Daerah,
5.   Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota,
6. Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Bagian Keuangan, Badan Pengelola Keuangan Daerah pada Provinsi/Kabupaten/Kota,
7.   Badan Pengawas Daerah/Inspektorat Daerah,
8.   Satuan Pendidikan dan guru,
9.   Instansi terkait lainnya.

BAB II
BANTUAN BIAYA PENINGKATAN KUALIFIKASI AKADEMIK KE S-1/D-IV

A. Pengertian Bantuan Biaya

Bantuan biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV ialah pemberian sejumlah dana dari Pemerintah kepada guru PNS dan bukan PNS yang berada di bawah binaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada semua jenjang pendidikan untuk memperoleh kualifikasi akademik Strata satu (S-1) atau Diploma empat (D-IV). Pemberian dana tersebut tidak dimaksudkan untuk membiayai seluruh keperluan studi.

Pemberian derma biaya peningkatan kualifikasi akademik bagi guru ini bertujuan:

1. Mendorong guru untuk mengikuti pendidikan lanjutan hingga memperoleh ijasah S-1/D-IV;
2. Meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan kinerja guru dalam proses pembelajaran;
3. Mempercepat proses peningkatan kualitas pendidikan melalui peningkatan mutu guru.

B. Sumber dan Alokasi Dana

Bantuan biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV bagi guru PNS dan bukan PNS untuk jenjang SD/SDLB dan SMP/SMPLB dibayarkan melalui Direktorat P2TK Dikdas sebesar Rp 3.500.000,-/tahun. Bantuan biaya peningkatan kulaifikasi akademik tidak dikenakan pajak.

C. Kriteria Penerima Bantuan biaya

1.   Mempunyai Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).
2. Guru PNS yang masih aktif mengajar pada SD/SDLB/SMP/SMPLB baik negeri maupun swasta yang dibuktikan dengan SK terakhir dan pembagian kiprah mengajar dari Kepala Sekolah.
3.  Guru bukan PNS yang masih aktif mengajar pada SD/SDLB/SMP/SMPLB swasta yang dibuktikan dengan SK terakhir dari Kepala Yayasan dan pembagian kiprah mengajar dari Kepala Sekolah.
4.  Guru bukan PNS yang masih aktif mengajar pada SD/SDLB/SMP/SMPLB negeri, yang dibuktikan dengan SK terakhir dan pembagian kiprah mengajar dari Kepala Sekolah.
5.   Guru bantu yang masih aktif mengajar, pada SD/SDLB/SMP/SMPLB dan Memiliki Nomor Induk Guru Bantu (NIGB), sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 034/U/2003 tanggal 26 Maret 2003 wacana Pengangkatan Guru Bantu serta memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
6.   Belum mempunyai ijazah S-1/D-IV.

Selain kriteria tersebut di atas, guru peserta derma biaya peningkatan kualifikasi harus memenuhi persyaratan administratif sebagai berikut:

1.  Guru PNS harus melampirkan surat izin berguru dari pejabat yang berwenang di kabupaten/kota.
2.   Guru bukan PNS harus melampirkan surat izin dari Kepala Sekolah atau Yayasan.
3. Guru tidak sedang memperoleh beasiswa pendidikan untuk peningkatan kualifikasi akademik dari instansi/unit lain.
4. Guru yang telah mendapatkan derma pendidikan dari Pemerintah Daerah, masih memungkinkan untuk mendapatkan derma peningkatan kualifikasi S-1/D-IV dari Pemerintah.
5.   Program Studi yang diambil sesuai dengan kiprah mengajar yang sedang diampu;
6.   Usia maksimum 55 tahun pada ketika pendaftaran;
7.   Surat keterangan sebagai mahasiswa aktif atau sudah lulus seleksi dari perguruan tinggi .
8.   Satu lembar copy Ijazah terakhir.
9.   Mengisi Biodata (lampiran 2) termasuk nomor NPWP.
10.    Foto copy buku (Nomor Rekening) Bank atas nama langsung dan masih aktif.
11.    Melampirkan foto copy NPWP.

BAB III
MEKANISME PEMBAYARAN

A. Penetapan dan Pendistribusian Kuota

1.  Guru yang termasuk sebagai nominasi peserta derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV ialah semua guru yang datanya valid dalam Dapodikdas.
2.  Pemerintah memilih kuota nasional tahun 2015 bagi guru jenjang pendidikan dasar sebanyak 84.750 orang. Kuota nasional akan didistribusikan menjadi kuota kab/kota secara proporsional menurut nominasi peserta derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV.
3.   Penentuan nominasi peserta derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV menurut data guru yang sudah valid pada Dapodikdas per tanggal 18 Maret 2015 sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam Petunjuk Teknis ini dengan skala prioritas menurut Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), semester yang telah ditempuh, jumlah jam mengajar, masa kerja dan usia, dengan mempertimbangkan kesesuaian jumlah guru dengan kebutuhan guru di tingkat satuan pendidikan.
4. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota diberi hak untuk membatalkan nominasi peserta derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV apabila guru bersangkutan tidak memenuhi syarat, secara online melalui aplikasi SIM Tunjangan dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender sehabis ditentukan nominasi peserta derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV.

Setelah melewati batas waktu 7 (tujuh) hari semenjak ditentukannya nominasi peserta derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV, Pemerintah akan memutuskan peserta derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV menurut urutan prioritas sesuai dengan kuota yang diterima oleh masing-masing kabupaten/kota.

B. Mekanisme Pembayaran Bantuan Biaya Peningkatan Kualifikasi Akademik ke S-1/D-IV

1.  Pemerintah memilih kuota calon peserta derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV menurut data peserta derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV tahun anggaran 2015 untuk masing-masing kabupaten/kota sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam Petunjuk Teknis ini.
2.  Pemerintah memilih nominasi peserta derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV menurut data guru yang sudah valid pada dapodikdas.
3.  Pemerintah memutuskan calon guru peserta derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV paling lambat tanggal 25 Maret 2015 secara online melalui aplikasi SIM Tunjangan, sehabis Kabupaten/Kota melaksanakan verifikasi calon peserta derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV sesuai kuota yang diberikan.
4.   Sebelum penerbitan SK peserta derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV, guru sanggup melihat kelengkapan data dan atau persyaratan untuk mendapatkan derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV pada situs:
a.   http://223.27.144.195:8081
b.   http://223.27.144.195:8082
c.   http://223.27.144.195:8083
d.   http://223.27.144.195:8084
e.   http://223.27.144.195:8085
Jika ada persyaratan yang kurang, Guru sanggup melengkapi melalui sistem dapodik di sekolah masing-masing.
5.   Direktorat P2TK Dikdas menerbitkan SK peserta derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV bagi guru calon peserta derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV yang memenuhi syarat, satu kali dalam satu tahun.
6.  Berdasarkan SK peserta derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV, Direktorat P2TK Dikdas menyiapkan berkas SPP dan SPM untuk diajukan ke Kantor Perbendaharaan Kas Negara (KPPN). Pembayaran dilakukan 1 kali dalam 1 tahun.
7. KPPN menelaah dan menerbitkan surat perintah pencairan dana (SP2D). Selanjutkan SP2D tersebut dikirimkan ke Direktorat P2TK Dikdas sebagai Bukti Penyaluran dana.
8.   Apabila terjadi kesalahan data yang menjadikan terjadinya retur, maka akan diselesaikan sesuai peraturan perundang-undangan.

Gambar Alur Pelaksanaan Pembayaran Bantuan Biaya Peningkatan Kualifikasi Akademik Ke S-1/D-IV secara digital berikut :

C. Tahapan Penyaluran

Berdasarkan prosedur di atas, jadwal penyaluran derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV dilaksanakan 1 kali selama 1 tahun pada tahun berjalan.

D. Penghentian Pemberian Bantuan Biaya Peningkatan Kualifikasi Akademik ke S-1/D-IV

Pembayaran derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV sanggup dilarang apabila guru memenuhi satu atau lebih ketentuan di bawah ini:

1.   tidak memenuhi kriteria peserta derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV.
2.   meninggal dunia.
3.   mencapai batas usia 55 tahun.
4.   mengundurkan diri sebagai guru atas usul sendiri.
5.   mutasi ke jabatan struktural
6.  sakit jasmani dan/atau rohani sehingga tidak sanggup melaksanakan kiprah secara terus menerus selama 3 (tiga) bulan
7.   melanggar sumpah dan janji jabatan
8.   dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan telah mempunyai kekuatan aturan tetap
9.   tidak melaksanakan/meninggalkan kiprah selama 1 (satu) bulan secara berturut-turut tanpa keterangan.
10.    tidak merangkap sebagai eksekutif, yudikatif, atau legislatif.

Setelah menerima laporan dari dinas pendidikan kabupaten/kota/provinsi.

E. Koordinasi dan Sosialisasi

1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat P2TK Dikdas melaksanakan koordinasi dan sosialisasi pelaksanaan pemberian derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV dengan dinas pendidikan kabupaten/kota/provinsi sesuai dengan kewenangannya.
2.  Dinas pendidikan provinsi melaksanakan koordinasi dan sosialisasi dengan dinas pendidikan kabupaten/kota untuk pelaksanaan pemberian derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV dengan narasumber dari Direktorat P2TK Dikdas.
3.   Agenda koordinasi dan sosialisasi ialah penyampaian kebijakan Direktorat P2TK Dikdas, Ditjen Dikdas, Kemdikbud mengenai:
a.   Pemberian derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV;
b.  Informasi kuota dan kriteria calon peserta derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV;
c.   Mekanisme pembayaran derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV;
d.  Penyusunan jadwal pelaksanaan pemberian derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV.

F. Pengelolaan Program

1.  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat P2TK Dikdas memutuskan kebijakan seni administrasi pelaksanaan pemberian derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV, sebagai berikut :
a.   Mengelola database guru peserta tunjangan berbasis digital (dapodik).
b.   Menentukan kuota kabupaten/kota secara proporsional menurut data guru yang valid dalam dopodik.
c.   Melakukan sosialisasi aktivitas dan kuota peserta derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV secara nasional kepada dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota.
d.  Menerbitkan dan memberikan copy Surat Keputusan wacana Penetapan Penerima derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV melalui aplikasi SIMTUN ke dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota.
e.   Melakukan training teknis pelaksanaan pemberian derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV ke dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota.

2.  Dinas pendidikan provinsi
a.   Mensosialisasikan aktivitas dan data calon peserta derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV kepada dinas pendidikan kabupaten/kota.
b.   Mengelola database guru peserta tunjangan berbasis digital (DAPODIK).

3.  Dinas pendidikan kabupaten/kota
a. Mensosialisasikan aktivitas pemberian derma biaya peningkatan kualifikasi akademik guru ke S-1/D-IV ke kepala sekolah di wilayah masing-masing;
b.  Menetapkan calon peserta derma biaya peningkatan kualifikasi akademik guru ke S-1/D-IV menurut kuota yang tersedia.

G. Jangka Waktu Pemberian Bantuan biaya

Guru peserta derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV sanggup mendapatkan derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV setiap tahun hingga guru yang bersangkutan menuntaskan masa studinya sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan ibarat tabel di bawah ini :


H. Jadwal Pelaksanaan

Jadwal pelaksanaan diatur sebagai berikut :

BAB IV
PENGENDALIAN PROGRAM

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat P2TK Dikdas berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan provinsi/kabupaten/kota melaksanakan pengendalian pelaksanaan derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV meliputi semua upaya yang dilakukan dalam rangka menjamin pelaksanaan derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV semoga sanggup berjalan sebagaimana mestinya, sempurna sasaran dan sempurna waktu, sempurna jumlah besaran, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Kegiatan pengendalian penyaluran derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV ini dilakukan melalui:

1.   Pelaksanaan sosialisasi penyaluran derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV oleh pusat kepada dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota.
2. Penyelesaian dilema secara terus-menerus dilakukan atas permasalahan yang terjadi dalam proses pelaksanaan derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV.
3.  Rekonsiliasi data peserta derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV dengan instansi terkait.
4. Dengan melaksanakan pengendalian, akan diperoleh data guru peserta derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV yang valid dan pelaksanaan penyaluran derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV sesuai peraturan perundang-undangan.

A. Pengawasan

Untuk mewujudkan penyaluran derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV yang transparan dan akuntabel, diharapkan pengawasan oleh pegawapemerintah fungsional internal dan eksternal sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

B. Pelaporan

Guru wajib memperbaharui data melalui data pokok pendidikan, kalau tidak maka Dinas pendidikan provinsi wajib melaporkan perubahan data tersebut. Perubahan data guru dilaporkan ke Direktorat Jenderal Dikdas pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui:

Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar, Ditjen Dikdas
Kompleks Kemdikbud Gedung C Lt. 18, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat 10270. Telp/Fax. (021) 57853580
Email : p2tk.dikdas@gmail.com atau
subditprogramp2tkdikdas@gmail com.
Website : http://p2tkdikdas.kemdiknas.go.id

C. Sanksi

Berdasarkan hasil pemantauan dan laporan dari pihak terkait dan telah dilakukan verifikasi, ternyata ditemukan adanya ketidaksesuaian antara data peserta biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV dengan data yang disampaikan untuk keperluan persyaratan pembayaran maka peserta biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV akan diberikan hukuman sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

BAB V
PENUTUP

Petunjuk Teknis ini merupakan teladan dalam pelaksanaan penyaluran biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV. Pelaksanaan pembayaran derma biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV sanggup berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, alasannya ialah adanya komunikasi antara pemerintah pusat, provinsi, maupun tingkat kabupaten/kota.

Diharapkan biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV bisa memperlihatkan efek positif pada proses pembelajaran yang lebih baik dan bermutu, serta mendorong perbaikan kinerja guru dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Lampiran 1

BIODATA

Nama : .........................................
NIP : .........................................
NPWP : .........................................
NUPTK : .........................................
Jenis kelamin : pria / wanita *)
Tempat tgl lahir : .........................................
Pangkat/golongan : .........................................
Pendidikan terakhir: .........................................
Jabatan ketika ini : .........................................
Terhitung semenjak : .........................................
Alamat pekerjaan : .........................................
Kelurahan/Desa : .........................................
Kecamatan : .........................................
Kab./Kota : .........................................
Propinsi : .........................................
Telp./Fax : .........................................
Email : .........................................
Alamat rumah : . .........................................
Kelurahan/Desa : .........................................
Kecamatan : .........................................
Kab./Kota : .........................................
Propinsi : .........................................
Telp./Fax : .........................................
Email/HP : .........................................

Download Juknis Pemberian Bantuan Biaya Peningkatan Kualifikasi Akademik ke S-1/D-IV Jenjang Dikdas Tahun 2015 selengkapnya pada links sumber artikel ini pada links berikut. Semoga bermanfaat dan terimakasih... Salam Edukasi...!