Showing posts with label TIPS BELAJAR - MENGAJAR EFEKTIF. Show all posts
Showing posts with label TIPS BELAJAR - MENGAJAR EFEKTIF. Show all posts

Wednesday, January 22, 2020

Terbaik 6 Cara Guru Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Pada Setiap Mata Pelajaran Yang Diampunya

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Setiap guru bertanggung jawab terhadap mutu acara pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya (bidang studi yang diajarkannya) kepada seluruh penerima didiknya dengan cara-cara sebagai berikut:

1. Merujuk perkembangan metode pembelajaran mutakhir.

2. Menggunakan metoda pembelajaran yang bervariasi, inovatif dan sempurna untuk mencapai tujuan pembelajaran.

3.   Menggunakan fasilitas, peralatan, dan alat bantu yang tersedia secara efektif dan efisien.

4.   Memperhatikan sifat alamiah kurikulum, kemampuan penerima didik, dan pengalaman berguru sebelumnya yang bervariasi serta kebutuhan khusus bagi penerima didik dari yang bisa berguru dengan cepat hingga yang lambat.

5.  Memperkaya acara pembelajaran melalui lintas kurikulum, hasil-hasil penelitian dan penerapannya.

6.  Mengarahkan kepada pendekatan kompetensi biar sanggup menghasilkan lulusan yang gampang beradaptasi, mempunyai motivasi, kreatif, mandiri, mempunyai etos kerja yang tinggi, memahami berguru seumur hidup, dan berpikir logis dalam menuntaskan masalah.


Demikian share cara guru bertanggungjawab dalam meningkatkan mutu pendidikan pada setiap mata pelajaran yang diampunya secara efektif yang admin share dari buku kerja kepala sekolah. Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam Edukasi…!

Wednesday, December 11, 2019

Terbaik Metode Pembelajaran Yang Paling Efektif Yaitu Keteladanan

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Dengan metode pembelajaran apapun tanpa keteladanan dari sang pembimbing itu menyerupai halnya memindahkan beban kepada anak.

Ini tentu tidak diinginkan dalam setiap proses pembelajaran, baik di rumah terlebih di sekolah. Pembelajaran memang pada mulanya disampaikan secara teoritis, analisis, hingga praktis. Mudah bukan berarti simpel atau apa adanya, akan tetapi mudah yang berarti aplikatif dan implementatif dalam kehidupan kasatmata sehari-hari.

Ketika proses mencar ilmu seorang anak didasarkan pada teori dan analisis semata, maka kemungkinan besar tujuan pembentukan abjad yang dijadikan tujuan tamat dari suatu pembelajaran tersebut akan kandas. 

Akan tetapi, saat keteladanan yang sanggup didengar dan dilihat eksklusif oleh anak terang efektifitasnya akan lebih daripada instruksi ataupun nasehat belaka.

Seperti halnya orang renta yang memperlihatkan anak pola tegas, maka anaknya pun akan menjadi orang yang tegas. Sehingga tak heran kalau ditemui banyak orang besar dan sukses dalam kariernya tak jauh bidangnya dari apa yang telah mereka teladani dari orang tuanya bahkan tak hanya itu, karakternya pun cenderung identik, dan tentu saja ini bukan semata alasannya yaitu identiknya DNA semata, akan tetapi lebih daripada itu, yakni contoh-contoh yang nyata.

Dalam aliran agama pun telah mengajarkan betapa pentingnya keteladanan-keteladanan yang kasatmata itu ada pada seluruh Rosul pilihan-Nya untuk dianut oleh seluruh umat-umat-Nya. Maka, berdasarkan irit aku tak ada metode pembelajaran yang paling efektif kecuali keteladanan itu sendiri. Dan tentunya metode keteladan ini akan menjadi metode pembelajaran yang paling efektif sepanjang masa. Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam Edukasi...!

Terbaik Kebiasaan-Kebiasaan Konkret Bagi Siswa Aktif Dan Kreatif

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Ketika sudah lulus sekolah/madrasah bahkan sudah lulus perguruan tinggi tinggi seringkali ditemukan penyesalan, mengapa dulu ketika masih menempuh pendidikan dulu kok tidak rajin belajar, bahkan seringkali malas-malasan.

Tentu saja ini penulis pun mengalami hal yang sama, ketika dikala ini dalam pendidikan mulai dari Sekolah Menengan Atas pada khususnya entah kenapa, belajarnya kurang semangat. Seandainya dulu ketika sekolah lebih rajin berguru tentu saja akan sangat menghipnotis kompetensi diri pada dikala ini.

Hal ini tentu menjadi peringatan bagi penerima didik yang masih aktif hingga kini akan pentingnya berguru maksimal, alasannya memang usia sekolah (usia muda) yaitu kesempatan emas untuk berguru bukan hanya mengukir prestasi tapi lebih dari itu, yakni “mengukir diri” mulai dari sumber daya insan (SDM) hingga aksara / kepribadian untuk bekal berharga untuk menyongsong masa depan cemerlang.

Seperti kalimat bijak, belajar di masa renta menyerupai menulis di atas air, sedangkan berguru di masa muda menyerupai mengukir di batu. Ini berarti di masa renta seiring dengan semakin bertambahnya tanggung jawab untuk mencari nafkah dalam menghidupi keluarga, anak dan isteri dan tentu saja waktu luang akan jauh berbeda dengan di dikala sekolah bukan? Lain halnya di masa-masa sekolah sangat jarang sekali orang renta yang membiarkan anaknya untuk bekerja, kecuali pekerjaan-pekerjaan ringan ataupun pekerjaan-pekerjaan di rumah saja, namun pada umumnya orang renta itu selalu mengarahkan anaknya untuk berguru di setiap harinya bukan hanya di sekolah, namun juga di rumah.

Berdasarkan pengalaman selama ini, baik dari diri sendiri dan pengamatan saya pada beberapa rekan yang sukses berguru hingga karier pekerjaannya dikala ini, ada beberapa kebiasaan-kebiasaan faktual bagi siswa aktif dan kreatif  di antaranya:

1.   Belajar tak perlu kegiatan khusus, bahkan di hari libur pun bila ditemukan sesuatu yang sekiranya belum dipahami, ia akan mencari jawabannya, tak ada kegiatan tapi setiap hari belajar, dan tak ada hari libur dalam berguru itu.

2.   Memiliki hobi membaca, bukan hanya buku pelajaran dan buku penunjangan pembelajaran, namun juga buku pengembangan diri, majalah, koran, dan media lain yang sekiranya bermanfaat ia baca dan mencoba memahaminya.

3.   Tidak membatasi diri dalam mendalami satu cabang / bidang studi keilmuan, ia tahu semua cabang keilmuan itu saling ada keterkaitan antara satu dan lainnya.

4.   Mempunyai keberanian untuk bertanya pada guru, orang tua, lingkungan terdekat, hingga mencari jawabannya di internet.

5.   Berpikir kritis dan analistis, di mana sesuatu pembelajaran ataupun gosip tidak eksklusif mentah-mentah ditelan akan tetapi dipertimbangkan sedemikian rupa sehingga gosip itu akan sanggup ditarik kesimpulan yang sanggup dipertanggungjawabkan.

6.   Beraktifitas mandiri (proaktif), tanpa menunggu perintah dari gurunya, bila memang itu merupakan tugas, ia akan proaktif mengerjakannya. Di rumah pun demikian, ia selalu menyenangkan orang tuanya, apapun yang bisa ia bantu, ia lakukan, dan ia tahu “apa yang orang renta mau”.

7.   Terbuka pada teman sejawat, mau sharing ilmu pengetahuan yang telah ia pahami dan mau mendapatkan kritikan dan saran dari siapapun yang sekiranya sanggup memperbaiki apapun yang ada pada dirinya.

Selain beberapa hal di atas kebiasaan faktual bagi siswa aktif dan kreatif tentu saja masih ada kebiasaan lain yang sangat bermanfaat bukan hanya pada dirinya namun juga bermanfaat bagi yang lainnya. Ingat salah satu ciri dari kecerdasan yaitu bisa memakai peluang/kesempatan untuk melaksanakan hal yang mustahil dilakukan di waktu-waktu berikutnya, dan kesempatan yang sama tidak akan mungkin terulang kembali.

Terbaik Menerapkan Proses Berguru Mengajar Di Sekolah Menyenangkan Yang Dimulai Dari Guru Dan Kepala Sekolah

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Sekolah yang menyenangkan bagi akseptor didik dipastikan akan sanggup mengakibatkan pembelajaran yang berlangsung di sekolah tersebut lebih efektif. Karena dengan suasana pembelajaran yang menyenangkan, akseptor didik sanggup menikmati setiap sesi pembelajaran sehingga hasil karenanya yaitu pemahaman yang mendalam bagi mereka, menjadi pengalaman yang tak terlupakan, dan pada karenanya mereka nantinya akan sanggup mengimplementasikan nilai-nilai kebaikan ilmu maupun keterampilan yang telah mereka dapatkan itu dalam kehidupan sehari-hari.

Sekolah merupakan daerah terjadinya proses berguru mengajar. Dalam proses berguru mengajar ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengajak kepada seluruh forum pendidikan untuk mengakibatkan sekolah sebagai daerah yang menyenangkan. Hal tersebut ibarat yang dituliskan oleh Bapak Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara, dalam konsep yang telah dibentuk untuk mengakibatkan sekolah sebagai taman

"Taman ini yaitu daerah yang menyenangkan. Untuk itu, inilah yang diperlukan mengakibatkan sekolah sebagai daerah berguru yang menyenangkan," demikian disampaikan Mendikbud pada program bincang-bincang bersama Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan Media Massa wilayah Sulawesi Selatan, di Kota Makassar, Sabtu (16/05/2015). 

Konsep sekolah menyenangkan ini, kata Mendikbud, dimulai dari tugas guru dan kepala sekolah. Dengan begitu, konsep sekolah menyenangkan dilarang diasosiasikan dengan daerah pembelajaran yang glamor dan mahal. Suasana menyenangkan sanggup muncul dikala seorang pendidik sanggup membawakan suasana berguru yang tidak menegangkan, dan menerapkan banyak sekali rujukan pembelajaran yang menyenangkan. 

"Jika guru dan kepala sekolahnya tidak menyenangkan, jangan harap sekolah sanggup menjadi daerah berguru yang menyenangkan. Untuk itu mari kita lakukan hal yang berbeda," ajak Mendikbud. 

Pendidik sanggup menanyakan kepada siswa, rujukan pembelajaran ibarat apa yang diharapkan. Dengan adanya keterlibatan siswa ini, Mendikbud mengatakan, suasana pembelajaran di sekolah akan lebih kondusif. Bila siswa mencicipi nyaman dalam proses berguru di sekolah, Mendikbud meyakini prestasi para siswa tersebut akan lebih meningkat. 

"Tidak boleh terlupakan, selain sekolah juga sebagai daerah berguru yang menyenangkan, juga sekolah harus sanggup mengambarkan sebagai daerah berguru yang berintegritas. Guru dan kepala sekolah sanggup menjadi teladan bagi para siswa," pesan Mendikbud. (Seno Hartono)

Terbaik Dampak Jelek Dan Imbas Negatif Menyontek Ketika Ujian / Tes Tulis

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Dalam mengerjakan tes / ujian tulis baik di sekolah, kebiasaan mencontek tentunya tidak baik, bukan hanya lantaran selain tidak jujur, tentu akan merugikan diri-sendiri, dan dampaknya memang tidak sekonyong-konyong terlihat pada ketika itu, akan tetapi di lalu hari / masa depan.

Lalu, apa saja kerugian yang ditimbulkan dengan adanya kebiasaan mencontek dalam ujian ini. Berikut 5 kerugian dari kebiasaan menyontek ketika mengerjakan tes / ujian :

1. Tidak bisa mengukur kemampuan diri-sendiri

Dengan mencontek, tentu saja prosesnya hanya menyalin sesuatu dari sumber ke tujuan (lembar jawaban) bukan? Dan dalam proses ini, tentu saja sumber daya yang diupayakan tidak optimal. Berbeda halnya dengan mengerjakan sebisanya dan setahunya, maka kita pun akan tahu hingga di mana kemampuan kita dalam menguasai sebuah bahan pelajaran tersebut, sehingga sehabis ujian berlangsung, maka kita pun sanggup mempelajari / memperdalam kembali suatu hal yang diujikan tersebut untuk menjawab “penasaran-penasaran” yang didapat ketika kesulitan/ragu ketika ujian.

2. Menambah kemalasan untuk belajar

Kebiasaan mencontek akan berdampak pada kemalasan untuk belajar, cenderung tidak mau repot-repot dan pusing dalam belajar. Ingat berguru itu yaitu proses berusaha (berlatih) untuk memperoleh kepandaian atau ilmu sehingga sanggup merubah tingkah laris atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman yang sudah dipahami.

3. Kepercayaan diri semakin berkurang

Kebiasaan mencontek pun lama-kelamaan akan sanggup mengurangi rasa kepercayaan pada kemampuan diri-sendiri, padahal khan setiap insan dipastikan mempunyai keunikan, kelebihan, ataupun potensi yang luar biasa dari Allah SWT.

4. Nilai yang didapatkan tidak objektif

Dengan mencontek pun tidak menutup kemungkinan nilai yang didapatkan yang seharusnya bisa lebih baik bila tidak mencontek, akan tetapi dikarenakan mencontek, maka nilai pun dipertaruhkan sama persis dengan kemampuan teman lain yang diconteknya tadi. Merugikan bukan?

5. Mengurangi daya kreatifitas

Dikarenakan kebiasaan menjiplak yang terus-menerus dilakukan, maka kepekaan untuk membuat sesuatu pun semakin memudar. Yang paling berbahaya lagi ketika kebiasaan mencontek ini mematikan kreatifitas (daya cipta) itu sendiri. Rugi khan?

Dan tentunya masih banyak imbas negatif lain yang timbul dari kebiasaan mencontek ini. Maka hindari mencontek ketika ujian mulai ketika ini, jadilah pembelajar sejati yang menjunjung tinggi nilai kejujuran dan sportifitas yang percaya pada kemampuan dan potensi diri yang sudah dianugerahkan oleh Allah SWT yang tentunya unik antara satu dengan yang lainnya. Insya Allah Anda akan sukses hidup di masa depan menurut bakat, minat, yang terus dikembangkan pada bidang Anda masing-masing. Aamiin… Salam Edukasi…!

Tuesday, October 29, 2019

Terbaik Proses Pendidikan Harus Menyentuh Huruf Dengan Seni Administrasi Keteladanan, Adaptasi Rutinitas, Dan Disiplin

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Menumbuhkan huruf mulia pada diri anak diharapkan interaksi yang baik antara orang tua, sekolah, dan masyarakat. Lingkungan rumah, sekolah, dan keseharian bawah umur harus menerapkan seni administrasi pengembangan huruf dan sikap biar terbentuk kepribadian anak yang baik.

Demikian diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan dalam Seminar Nasional Pendidikan yang diselenggarakan di Gedung Merdeka Museum Konferensi Asia Afrika, Bandung, Sabtu (28/2/2015). Seminar yang dihadiri oleh secara umum dikuasai guru dan kepala sekolah ini bertajuk "Investasi Bangsa Melalui Pendidikan Karakter Sejak Dini untuk Membangun Indonesia yang Bermartabat".

"Proses berguru yang tidak menyentuh huruf bukanlah disebut sebagai pendidikan. Oleh alasannya itu, huruf itu harus. Maka tumbuhkan huruf baik pada bawah umur itu dengan tiga seni administrasi pengembangan huruf dan perilaku," tegas Mendikbud.

Strategi itu yakni keteladanan, adaptasi rutinitas, dan disiplin. Menurut Mendikbud menumbuhkan huruf bukan dilakukan melalui lisan, melainkan perbuatan. Mendikbud mencontohkan, kalau orang bau tanah ingin anaknya mematuhi rambu-rambu kemudian lintas, maka orang bau tanah juga harus melakukannya dalam kehidupan sehari-hari dengan tidak melanggar peraturan selama berada di jalan raya.

Ketegasan yang mendidik juga perlu diterapkan biar menumbuhkan dogma antara anak dan orang tua, guru, serta masyarakat. Mendikbud kembali mencontohkan, anak terkadang melaksanakan negosiasi-negosiasi biar keinginannya dipenuhi.

Orang bau tanah harus menjaga konsistensi terhadap keputusan yang telah ia tetapkan. "Misalnya, orang bau tanah harus pergi, sementara anak tetap tinggal di rumah. Meski anak merengek, orang bau tanah harus menjaga ketegasan terhadap keputusannya. Dengan diberikan pengertian ibarat itu, anak perlahan akan tumbuh mutual trust terhadap orang tuanya," tutur Mendikbud.

Oleh alasannya itu, Kementerian mempunyai cita-cita, yaitu terbentuknya manusia dan ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter dan dilandasi semangat gotong royong. "Kami ingin ada penguatan terhadap aktor-aktor pendidikan, yaitu orang tua, guru, kepala sekolah, biar apa yang kita cita-citakan terwujud demi pendidikan di Indonesia yang lebih baik," jelasnya. (Ratih Anbarini)

Monday, October 7, 2019

Terbaik Hal-Hal Konkret Bagi Siswa Yang Selalu Menghormati Guru-Gurunya

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Selain menghormati kedua orang bau tanah di rumah, menghormati siapapun yang lebih bau tanah di lingkungan di mana kita tinggal, sebagai pelajar, siswa, ataupun penerima didik tentu saja mempunyai beberapa guru di sekolah / madrasah masing-masing yang harus juga dihormati.

Guru yaitu sumber ilmu menyerupai halnya sebuah buku yang sanggup dibaca. 

Namun guru merupakan sumber ilmu yang tiada pernah tergantikan dengan buku. Karena Ia bukan hanya memperlihatkan ilmu namun juga memperlihatkan bagaimana cara menerapkan dalam kehidupan sehari-hari bagi siswa sampai guru menampilkan pola dan keteladanan yang positif bagi setiap siswanya.

Oleh alasannya yaitu itu, sebagai siswa, menghormati setiap gurunya yaitu wajib hukumnya, dan jikalau tidak seluruh agama pun menghukumi tindakan membangkang / membantah guru itu sebagai sebuah tindakan yang salah / dosa.

Pembiasaan bagi siswa yang disiplin dalam berguru baik di rumah dan juga di sekolah tidak juga ditinggalkan untuk mencapai kualitas pembelajaran, dan tentu saja hormat pada seluruh guru di sekolah / madrasah juga penting dan pastinya mempunyai beberapa manfaat positif.

Berikut beberapa hal-hal positif yang didapatkan bagi seorang siswa yang hormat pada gurunya :

1. Guru akan memberi perhatian lebih pada pembelajaran siswa.

Dalam pembelajaran di sekolah, guru yang profesional tidak akan membedakan gender (jenis kelamin), latar belakang ekonomi, SARA, dan lain-lain. Akan tetapi untuk siswa yang menghormati guru tersebut niscaya akan diperhatikan secara lebih, alasannya yaitu adanya ikatan bathin yang berpengaruh antara siswa dengan gurunya.

2. Arahan dan motivasi khusus dari guru akan didapatkan siswa.

Bagi siswa yang selalu hormat pada gurunya, tentu guru tidak ingin anak tersebut nantinya mendapat kegagalan baik dalam belajarnya ataupun dalam kehidupannya secara umum. 

Guru akan memperlihatkan kode plus dalam taktik belajar, bahkan beberapa pengalaman kehidupan sang guru akan dibagikan kepada siswanya yang mau menghormatinya bukan hanya dalam di sekolah namun juga di luar sekolah.

3. Nilai akademik siswa meningkat.

Dalam setiap penilaian, aksara menghormati guru menjadi poin penting yang tidak sanggup diremehkan oleh setiap siswa. Terlebih dalam sistem evaluasi kurikulum 2013, nilai perilaku akan menjadi penentu utama dalam kenaikan kelas, atau bahkan kelulusan penerima didik.

4. Do’a guru akan kesuksesan masa depan siswa.

Jika perilaku hormat pada guru yang ditampilkan oleh siswanya yang tulus, maka sang guru pun dalam beberapa impian ataupun do’a baiknya untuk anak tersebut. Dan insya Allaah do’a dari ketulusan sang guru kepada siswanya tersebut akan dikabulkan oleh Allaah SWT.

Setelah hal-hal positif di atas didapatkan oleh siswa, maka seorang siswa dipastikan akan mempunyai prestasi yang baik, yang nantinya tentu akan menuju ketuntasan berguru yang baik dan memuaskan bukan hanya membanggakan bagi siswa, namun juga bagi guru sampai kedua orang tuanya.

Demikian artikel singkat mengenai hal-hal positif yang didapatkan seorang siswa yang selalu hormat pada gurunya. Semoga bermanfaat dan terimakasih…Salam hormat untuk seluruh Bapak/Ibu Guru semuanya… Semoga senang selalu… Aamiin…

Saturday, February 16, 2019

Terbaik Waktu / Kesempatan Yang Paling Sempurna Untuk Menulis

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Menulis merupakan salah satu acara yang bagi sebagian orang tidaklah mudah, dan bagi sebagian lainnya mudah. 

Hal ini disebabkan lantaran beberapa faktor, selain dari faktor kebiasaan, hal lain yang mempengaruhinya yaitu kurangnya rasa percaya diri, takut tidak ada yang membaca, dan sebagainya.

Akan tetapi intinya acara menulis idealnya memang dilakukan sehabis seseorang tersebut memahami betul wacana apa yang ia tulis.

Pemahaman yang tiba dari pengalaman langsung penulis yang disajikan dalam bentuk goresan pena seringkali akan membuahkan kualitas / hasil goresan pena yang optimal, menyerupai halnya kalau dicetak menjadi sebuah buku, bukunya pun laku manis, kalau pun dipublikasikan secara online, pembacanya pun banyak, dan sebagainya. 

Namun ini juga bukan merupakan indikator mutlak, lantaran bergotong-royong goresan pena yang baik itu mempunyai efektivitas yang baik juga menyerupai sanggup bermanfaat kasatmata bagi penulis juga pembacanya.

Kembali ke tema Sobat… Tulisan ini saya publish untuk melengkapi postingan saya pada waktu sebelumnya wacana Cara Menulis yang Berkualitas, dalam kesempatan kali ini saya akan bagikan tips kapan sih waktu-waktu yang sempurna untuk menulis itu? Bukan hanya menulis dalam bentuk buku, akan tetapi juga menulis melalui papan ketik komputer tentunya.

Berikut yaitu waktu-waktu yang paling sempurna untuk melaksanakan acara menulis, supaya kualitas goresan pena lebih optimal, di antaranya yaitu sebagai berikut :

1.   Di tengah malam, sehabis anggota keluarga lainnya tidur.

Pada dikala anggota keluarga Anda telah tertidur, maka Anda akan lebih fokus / konsentrasi dalam menulis sesuatu wangsit / pokok bahasan /tema.

2.   Saat sendiri.

Bandingkan kalau Anda menulis bersama seorang teman, bukan menulis jadinya, tapi malah berdialog… J. Ada juga kok kalimat bijak menyampaikan : “Sendiri itu sekolahnya jenius”.

3.   Ketika ada sesuatu hal yang penting untuk diketahui orang lain.

Jika Anda merasa memahami sesuatu yang cenderung unik dan menarik ataupun mengetahui suatu gosip penting yang perlu diketahui oleh khalayak umum. Jangan ragu menulislah semampu Anda. Intinya sesuatu itu bermanfaa positif, bisa berupa tutorial, inovasi ilmiah, tips-tips dan lain sebagainya.

4.   Sewaktu ada wangsit cemerlang yang terlintas.

Saat dalam pikiran Anda terlintas wangsit yang cemerlang, silahkan dikembangkan menjadi suatu wangsit yang terlaksana setidaknya dalam konsep goresan pena terlebih dahulu. Setelah sistematika goresan pena utama Anda terbentuk silahkan dikembangkan dengan bahasa yang lugas dan runtut.

5.   Di kala waktu senggang / hari libur.

Waktu senggang bisa dikala istirahat dari pekerjaan, hari libur, cuti, dan sebagainya. Intinya dalam setiap waktu senggang itu pikiran kita lebih rileks dan santai, sehingga produktivitas dalam melahirkan karya akan lebih optimal.

Dengan memanfaatkan waktu yang tepat, terus menulis dan menulislah Sobat…! Kebiasaan menulis sama halnya dengan membaca di mana diharapkan fokus / konsentrasi khususnya dalam menyusun kata demi kata, kalimat demi kalimat, sampai dari paragraf demi paragraf supaya karya tulis yang disajikan sanggup dipahami secara komprehensif (menyeluruh) oleh sekalian pembacanya.

Dan yang perlu diperhatikan dalam menulis yaitu tata bahasa, cara penulisan, kosa kata, penggunaan istilah yang tepat, dan sebagainya sesuai dengan hukum yang semestinya. Akan tetapi ini juga bisa didapat dengan sendirinya, terus menulis dan juga terus memperdalam kembali pelajaran bahasa Indonesia yang sudah kita pelajari sejak duduk di dingklik SD. Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam Edukasi…!