Showing posts with label INFO KEMENDIKBUD RI. Show all posts
Showing posts with label INFO KEMENDIKBUD RI. Show all posts

Friday, February 15, 2019

Terbaik Kip Akan Dicetak Mulai Tahun 2016, Rapim Pelaksanaan Jadwal Kemendikbud Tahun Anggaran 2016

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)  pada hari kerja pertama di tahun 2016, Senin (04/01) menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) Lengkap yang dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, dan para pejabat eselon 1 dan 2, serta staf khusus di lingkungan Kemendikbud.

Semua pejabat eselon 1 dan 2 telah terisi lengkap sesudah pada hari Kamis (31/12/2015) kemudian dilantik tiga pejabat eselon 1 yakni Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Himar Farid, Kepala Bdan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Dadang Sunendar, dan Staf Ahli Bidang Pembangunan Karakter Arie Budiman. Selain itu juga dilantik pejabat eselon 2 yakni Kepala Pusat Pengembangan Perfilman Maman Wijaya.


Mendikbud Anies Baswedan yang memimpin Rapim Lengkap Kemendikbud pertama di awal tahun 2016 ini ingin memastikan bahwa planning kerja dan anggaran Kemendikbud 2016  sanggup segera dilaksanakan semenjak awal tahun.

Kami ingin pastikan bahwa semua unit kerja di lingkungan Kemendikbud siap untuk memasuki tahun anggaran 2016 dengan perencanaan yang matang dan pelakasanaan yang cermat, sempurna dan cepat,” kata Mendikbud Anies Baswedan, di Kantor Kemendikbud Jakarta, Senin (04/01) usai rapat yang dimulai pukul 08.00 pagi itu.

Di antara bahan yang dibahas dalam Rapim Lengkap Kemendikbud awal tahun 2016 ini selain soal pelaksanaan anggaran 2016, yaitu pelaksanaan  Program Indonesia Pintar (PIP) yang pada Tahun Anggaran 2015 Kemendikbud telah berhasil melampaui sasaran 100%, dengan  akseptor manfaat dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) sebanyak 17,9 juta siswa seluruh Indonesia.

Mulai tahun anggaran 2016 Kemendikbud akan mencetak KIP untuk memenuhi kebutuhan aktivitas ini, yang sebelumnya dilaksanakan oleh Kementerian Sosial dengan pinjaman data dari TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan) di bawah Kantor Wakil Presiden.
 
Dengan kesiapan di awal tahun ini serapan anggaran Kemendikbud 2016 juga diperlukan akan lebih efektif dan lebih baik lagi. Pada tahun anggaran 2015 serapan anggaran Kemendikbud di antara kementerian dan forum dengan anggaran terbesar menempati posisi kedua paling efektif, dengan 93% lebih anggaran 2015 terserap untuk pelaksanaan aktivitas dan kebijakan Kemendikbud.

Seiring dengan itu Mendikbud Anies Baswedan juga ingin memastikan bahwa pelaksanaan aktivitas dan anggaran 2016 ini menjadi bab dari percepatan pelaksanaan kerangka strategis Kemendikbud 2014-2019, yakni  terbentuknya manusia dan ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter dengan dilandasi semangan gotong royong, yang diterjemahkan ke dalam tiga strategi:

1)   penguatan pelaku pendidikan dan kebudayaan;

2)   peningkatan mutu dan akses; dan

3)   peningkatan efektivitas birokrasi melalui perbaikan tata kelola dan pelibatan publik.

Dengan begitu, kelak di simpulan tahun 2016 nanti, laporan yang ditulis bukan hanya menyebut perihal hal-hal yang sudah dikerjakan, tetapi laporan itu akan menoreh catatan sejarah baru. Yang akan tertulis disana yaitu hal-hal gres yang di tahun 2016 ini berhasil dicapai, diraih, dan dihasilkan,” pesan Mendikbud.

Referensi artikel : Hari Kerja Pertama Tahun 2016 Mendikbud Gelar Rapim Lengkap Bahas KIP dan Pelaksanaan Anggaran 2016 – Kemdikbud.go.id

Terbaik Absorpsi Anggaran Kemdikbud Tahun 2015 Terbesar Urutan Kedua, Di Tahun 2016 Kemdikbud Menerapkan Neraca Pendidikan Di Tiap Kabupaten/ Kota Dan Provinsi

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menempati urutan kedua dalam hal besaran peresapan anggaran 2015, yakni sebesar Rp. 53,27 triliun. Posisi pertama institusi Kepolisian.

Penyerapan terbesar 97,6 persen di Direktorat Jenderal(Ditjen) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) disusul berturut-turut Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) dan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan mengatakan, pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 ini, alokasi anggaran untuk Kemendikbud menurun yakni sebesar Rp. 49,23 triliun. Salah satu peresapan anggaran itu dipergunakan untuk ketersediaan susukan yang meningkat sebesar 6,2 persen.

Untuk peningkatan peresapan anggaran pendidikan pada 2016 ini, Anies mengatakan, akan menerapkan neraca pendidikan di tiap kabupaten/ kota dan provinsi. Neraca pendidikan ini, menurutnya akan memperlihatkan informasi bagaimana peresapan anggaran pendidikan dari sisi sumber daya neraca pendidikan sampai output sistem itu.

“Nantinya, kita sanggup membandingkan bagaimana peresapan dengan capaian dan tujuan anggaran itu, menyerupai alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kepada tiap siswa, berapa Tunjangan Profesi Guru (TPG) sampai alokasi untuk pendidikan,” ujar Anies Baswedan, Minggu (3/1).

Anies menyebutkan, peresapan anggaran terbesar di Kemendikbud yakni pada komponen pemberian pendidikan sebesar Rp 38 triliun, belanja barang sebesar Rp 10,5 triliun, belanja pegawai sebesar Rp. 2,4 triliun dan belanja modal sebesar Rp. 1 triliun.

Sementara itu, Dirjen Dikdasmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hamid Muhamad mengatakan, peningkatan 6,2 persen susukan pendidikan pada tahun 2015 ini mencakup penyediaan ruang kelas.

Pada tahun 2015 ini mencapai enam ribu ruang kelas. Pada tahun sebelumnya 2014 peningkatan susukan pendidikan hanya dua persen saja. “Faktor penyebabnya yaitu meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melanjutkan pendidikan dari SD, Sekolah Menengah Pertama ke SMA,” ujar Hamid Muhamad.

Ia menyebutkan, kemdikbud secara sedikit demi sedikit akan terus meningkatkan susukan pendidikan. pada tahun 2020 nanti Kemdikbud menargetkan 97 persen susukan pendidikan sanggup tercapai.

Hal yang sama diungkapkan oleh Dirjen Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Musthgfirin. Ia mengatakan, peningkatan kompetensi siswa lulusan Sekolah Menengah kejuruan tahun 2015 ini berkat tugas serta masyarakat melalui pendidikan melalui Sekolah Menengah kejuruan swasta.

Ia menyebutkan, pada meningkatkan mutu dan susukan Kemendikbud menambah besaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Besaran BOS tersebut sebesar Rp 1,4 juta dari  sebelumnya Rp 1,2 juta untuk setiap siswa. “Dana BOS Sekolah Menengah kejuruan naik Rp 200 ribu/siswa untuk jumlah siswa Sekolah Menengah kejuruan tahun ini mencapai 4.418.436 siswa dari 12.984 SMK,” ujar Mustghfirin.

Selain itu, ia menambahkan pada tahun 2016 nanti ada peningkatan anggaran BOS untuk SMK, yakni sebesar Rp. 6,2 triliun dan sarana prasarana sebesar Rp 6,3 triliun.

“Dana BOS salah satunya untuk membantu pembelanjaan materi dan alat praktek siswa,” katanya. (nas)

Tuesday, February 12, 2019

Terbaik Kemendikbud Tingkatkan Anggaran Insentif Bagi Guru Honorer Di Tahun 2016 Lebih Dari 100 Persen

Sahabat Edukasi yang berbahagia...

Guru sebagai ujung tombak dalam memajukan kualitas pendidikan di tahun 2016 ini oleh Kemendikbud akan mendapat perhatian yang serius. Salah satunya ialah adanya peningkatan jumlah anggaran untuk insentif guru honorer dengan kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya sampai lebih dari 100 %, selain adanya peningkatan anggaran insentif bagi guru honorer juga ditingkatkannya anggaran untuk training bagi guru.

Sehubungan dengan isu ini, berikut share isu selengkapnya dari Kemdikbud bahwasannya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menyatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah melaksanakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kapasitas guru honorer dengan peningkatan alokasi anggaran mencapai lebih dari 100 persen.
Foto : Mendikbud RI, Anies Baswedan
Insentif  yang bukan PNS, yang dialokasikan anggarannya tahun kemudian 43 ribu guru, tahun ini menjadi 108 ribu guru. Anggarannya dari Rp. 155 milyar di 2015, kini menjadi Rp. 389 milyar. Peningkatannya lebih dari 100 persen,” kata Mendikbud Anies Baswedan ketika Rapat Kerja dengan Komite 3 Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Gedung DPD RI, Senayan Jakarta, Rabu (3/02/2016).

Kemendikbud juga melaksanakan peningkatan kapasitas guru honorer dengan pendidikan dan training bagi guru swasta, dengan kegiatan Guru Pembelajar.

‘”Üntuk Guru Pembelajar tahun ini menjangkau 451 ribu guru dengan anggaran Rp. 865 milyar, ditingkatkan dari tahun 2015,  yang anggarannya Rp. 262 milyar untuk 131.000 guru. Upaya inilah yang menjadi wilayah kiprah dan kewenangan Kemendikbud,” kata Mendikbud Anies Baswedan.

Menurut Mendikbud Anies Baswedan, bukan saatnya lagi membedakan mana guru pemerintah, dan yang bukan.

’Semua harus kita dorong, alasannya semua guru untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,“ kata Anies.

Masalah guru honorer memang bukan hanya soal pengangkatan yang muncul masalah di hilir menyerupai kini ini. Ada masalah rekrutmen di hulu yang dilakukan oleh Kabupaten/Kota. Di sisi lain kelebihan guru atau kekurangan guru di suatu kawasan ialah fakta. Dan itu memang harus diselesaikan.

“Kita perlu menata duduk masalah guru honorer ini lintas kementerian. Kita ingin tingkatkan penataan ini melalui Perpres. Karena beberapa hal menjadi bab kementerian lain. Tetapi Kemendikbud sudah mengatasi masalah ini di wilayah yang menjadi kiprah kami, yaitu meningkatkan anggaran untuk insentif guru swasta atau guru honorer lebih dari 100 persen. Anggaran pelatihannya juga ditingkatkan,” kata Anies Baswedan.

Menurut Mendikbud yang perlu diatur ialah redistribusi guru. “Kalau redistribusi guru dapat dilakukan dengan baik, maka sebagian duduk masalah dapat kita selesaikan,” kata Anies menambahkan.

Terbaik Tentang Agenda Pertukaran Guru Indonesia Untuk Learning Visit Ke Australia

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Untuk menambah pengalaman bagi seorang guru dalam rangka mendidik anak bangsa tentu memerlukan beberapa pengalaman, tak terkecuali adanya wawasan sistem pendidikan secara komprehensif dari negara lain, menyerupai halnya di Australia.

Terkait dengan hal tersebut, pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan telah melaksanakan courtesy call atau pertemuan resmi dengan Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia, Paul Grigson.

Dalam pertemuan tersebut, Mendikbud menawarkan  kolaborasi di bidang pendidikan berupa jadwal pertukaran guru. Ia juga menjelaskan secara singkat beberapa jadwal unggulan gres di Kemendikbud, salah satunya Neraca Pendidikan Daerah (NPD).

Mendikbud mengatakan, ketika ini Kemendikbud tengah merevisi kurikulum dan memperbaiki administrasi sekolah untuk membuat ekosistem pendidikan, di mana tiap pelaku pendidikannya sanggup mempunyai interaksi yang baik. Salah satu pelaku terpenting dalam ekosistem pendidikan ialah guru. Karena itu mengirimkan guru untuk jadwal pertukaran guru menjadi salah satu metode bagi guru untuk menjalani sebuah pembelajaran.

“Kami berharap sanggup mengirimkan group of learner. Kami harap mereka sanggup mendapatkan kesempatan mengunjungi sekolah-sekolah di Australia, dan melihat bagaimana sekolah-sekolah di sana berjalan. Makara bukan hanya kunjungan biasa, tapi learning visit. Mereka (guru) harus mempunyai proyeksi apa yang akan dilakukan sesudah kembali ke Indonesia,” ujar Mendikbud ketika mendapatkan kedatangan Dubes Australia di kantornya, Jakarta, (26/2/2016).

Rencana wacana jadwal pertukaran guru itu, tutur Mendikbud, sudah didiskusikannya dengan Wapres Jusuf Kalla yang eksklusif menyetujui planning itu dan meminta segera dilaksanakan. Mendikbud merencanakan dalam satu tahun akan ada pengiriman guru ke Australia untuk lima batch atau kloter, mengingat banyaknya jumlah guru di Indonesia.

“Satu batch tidak hanya terdiri dari satu delegasi, di mana dalam satu delegasi berjumlah 60-70 orang. Tetapi  dalam satu batch terdiri dari 10 delegasi, sehingga akan ada sekitar 600 orang dalam satu batch,” tutur Mendikbud.

Guru-guru yang menjadi penerima pertukaran guru itu akan dikirim ke tempat yang berbeda-beda di Australia. Mereka akan berinteraksi dengan masyarakat Australia sehingga sanggup mendapatkan pembelajaran yang bermanfaat untuk dunia pendidikan di Indonesia.

Menanggapi jadwal pertukaran guru itu, Dubes Australia Paul Grigson mengatakan, mengirimkan guru ke tempat yang berbeda merupakan suatu hal yang baik. Ada beberapa tempat atau kota di Australia yang mempunyai kelebihan dalam bidang pendidikan.

Namun para penerima jadwal pertukaran guru nantinya tidak hanya akan melihat kebijakan pendidikan di tempat yang dituju, melainkan juga kebijakan secara nasional di suatu negara. Australia juga akan memutuskan daerah-daerah atau kota-kota mana saja yang akan menjadi lokasi tujuan dalam jadwal pertukaran guru.

Terbaik Dibuka Lagi, Penerimaan Guru Sekolah Indonesia Luar Negeri / Siln Tahun 2016

Sahabat Edukasi yang berbahagia...

Berdasarkan gosip resmi yang admin share dari situs resmi Kemdikbud RI dalam rangka mempersiapkan pengganti Guru Sekolah Indonesia di beberapa negara di luar negeri di antaranya di Kuala Lumpur, Yangon, Den Haag, Bangkok, Singapura dan Cairo yang telah berakhir masa tugasnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dikala ini membuka kesempatan bagi guru dan tenaga kependidikan dari latar belakang PNS dan Non PNS yang memenuhi persyaratan, serta berminat utuk diangkat menjadi Guru dan Tenaga Kependidikan pada Sekolah Indonesia luar negeri menurut perjanjian kerja selama 3 (tiga) tahun bagi PNS dan 2 (dua) tahun bagi non PNS dan sanggup diperpanjang sesuai peraturan yang berlaku untuk mengikuti seleksi sebagai :


Adapun persyaratan umum dan persyaratan khusus guru sekolah indonesia di luar negeri tahun 2016, di antaranya yakni sebagai berikut :

Persyaratan umum :

1.   Warga Negara Indonesia (WNI)
2.   Berusia maksimal 40 (empat puluh) tahun bagi PNS dan maksimal 45 (empat puluh lima) tahun bagi PNS dan pelamar Tata Usaha pada tanggal 1 Januari 2007.
3.   Sehat jasmani, rohani dan bebas NARKOBA.
4.   Berkelakuan baik dan tidak pernah dieksekusi penjara atau kurungan menurut putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan aturan tetap.
5.   Khusus pelamar non PNS tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas undangan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS/Anggota TNI/POLRI atau diberhentikan dengan hormat sebagai pegawai swasta.
6.   Khusus pelamar non PNS tidak sedang menjalani perjanjian/kontrak kerja/ikatan dinas pada instansi pemerintah.

Persyaratan Khusus :

1.   Berijazah minimal S-1 sesuai bidang yang diharapkan dengan minimal IPK 3.00
2.   Memiliki Sertifikat Profesi Pendidik.
3.   Memiliki hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2015
4.   Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK)
5.   Memiliki pengalaman mengajar minimal 5 (lima) tahun pada bidang yang diampu
6.   Khusus pelamar tata perjuangan mempunyai pengalaman bekerja minimal 5 (lima) tahun pada bidang tata usaha/administrasi perkantoran serta memahami pengelolaan keuangan.
7.   Memiliki kecakapan dalam berbahasa Inggris dibuktikan dengan akta TOEFL Prediction Score minimal 450 atau IELTS 5.0. Khusus calon guru Sekolah Indonesia Riyadh dan Sekolah Indonesia Cairo diutamakan mempunyai kemampuan suplemen Bahasa Arab.
8.   Diutamakan mempunyai sertifikat/penghargaan tingkat nasional sebagai keterampilan suplemen selain mengajar, menyerupai Olahraga, Pramuka, Seni Budaya, Keagamaan, Prakarya, Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT), akutansi/keuangan dan lain-lain.

Rencana Jadwal :

1.   Pengumuman : 25 April 2016
2.   Waktu Pendaftaran : s.d. 9 Mei 2016
3.   Seleksi Kuaifikasi Calon Pelamar : 10-11 Mei 2016
4.   Pengumuman Hasil Seleksi Kualifikasi : 12 Mei 2016
5.   Pemberkasan Dokumen Administrasi : 13-27 Mei 2016
6.   Seleksi Uji Kompetensi dan Kemampuan Bahasa Asing : Minggu Pertama Juni 2016
7.   Pengumuman Peringkat Hasil Uji Kompetensi : Minggu kedua Juni 2016
8.   Wawancara : Minggu ketiga Juni 2016
9.   Pengumuman Final : Minggu ketiga Juni 2016
10. Proses Perizinan / Penugasan Ke Luar Negeri : Minggu ketiga bulan Juli 2016
11. Pembekalan / Persiapan Keberangkatan : Juli-Agustus 2016
12. Keberangkatan : Agustus 2016 / September 2016.

Untuk melihat tata cara registrasi dan hal-hal penting lainnya, silahkan klik pada tautan berikut (download Pengumuman Seleksi Penerimaan Calon Guru Sekolah Indonesia di Luar Negeri Tahun 2016). Semoga bermanfaat dan terimakasih... Salam Edukasi...!

Monday, February 11, 2019

Terbaik Alhamdulillah, Kemendikbud Ri Raih Opini Masuk Akal Tanpa Pengecualian Dari Bpk

Sahabat Edukasi yang berbahagia...

Sebagai bab dari manusia pendidikan dalam setiap satuan pendidikan yang bernaung dalam lingkungan Kemendikbud RI pada ketika ini, alhamdulillah pada tahun 2015 Kemendikbud RI dalam administrasi keuangan untuk tahun anggaran 2015 menerima Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan.

Sehubungan dengan hal tersebut, berdasarkan warta yang admin rilis dari Kemdikbud selengkapnya sebagai berikut :

Laporan keuangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun anggaran 2015 menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Alhamdulillah, kami bersyukur menerima opini WTP. Kami mengapresiasi ini alasannya akan meningkatkan percaya diri dan semangat kami di jajaran Kemendikbud," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan dalam aktivitas Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Atas Laporan Keuangan Tahun 2015 di Lingkungan Auditor Utama Keuangan Negara VI, di Pusdiklat BPK Jakarta, Selasa (21/6/2016).

Keberhasilan meraih opini WTP tersebut merupakan keberhasilan Kemendikbud mempertahankan opini serupa yang diraih dua tahun sebelumnya. Laporan keuangan Kemendikbud tahun 2013 dan 2014 juga memperoleh opini WTP.

Meskipun meraih opini WTP, berdasarkan Anies, kementeriannya akan menindaklanjuti rekomendasi yang diusulkan BPK, terkait pembenahan yang harus dilakukan instansinya. “Kami akan tindaklanjuti sejumlah rekomendasi BPK untuk penataan dan pembenahan ke depan,” tegasnya.

Kemendikbud akan terus meningkatkan sistem pengendalian internal maupun kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Selain itu, sesuai rekomendasi BPK, ketika ini Kemendikbud tengah mengupayakan untuk menggali potensi dan manfaat penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pada kantor atau satker di lingkungan Kemendikbud. "Sedang kami kaji potensi PNBP, baik PNBP fungsional maupun PNBP umum," terang Mantan Rektor Universitas Paramadina tersebut.

Sedangkan terhadap penataan dan pengamanan aset, Kemendikbud telah dan sedang melaksanakan langkah-langkah:

a.   Melanjutkan proses inventarisasi;
b.   Mengupayakan penyelesaian hak kepemilikan (sertifikat); dan
c.   Optimalisasi pemanfaatan aset.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud Didik Suhardi dalam kesempatan tersebut menyampaikan pihaknya mengapresiasi jajaran Kemendikbud atas keberhasilan mempertahankan opini WTP tersebut. "Ini semua berkat kerja keras kita semua," kata Didik Suhardi.

Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendikbud Daryanto yang juga hadir dalam aktivitas tersebut, mengakui bahwa untuk meraih opini WTP banyak langkah yang harus ditempuh. “Langkah ini, meski sesulit apapun, pada hasilnya sanggup dijalankan dengan baik,” ujarnya.

Daryanto menyampaikan upaya-upaya yang dilakukan jajarannya antara lain mengawal program-program prioritas pendidikan dan kebudayaan, mengawal tata kelola pendanaan pendidikan dan kebudayaan yang berupa dana transfer ke daerah, mengawal kebijakan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan, serta mendorong terwujudnya zona integritas menuju wilayah yang bebas korupsi.

Anggota VI BPK Bahrullah Akbar menyampaikan pihaknya mengapresiasi kinerja Kemendikbud. "Semoga ke depan lebih baik lagi," kata Bahrullah Akbar. Dalam kesempatan itu BPK juga memperlihatkan opini WTP kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Terbaik Laman Lapor Pungutan Liar Di Sekolah Pada Alamat Situs Laporpungli.Kemdikbud.Go.Id Dirilis Kemendikbud

Sahabat Edukasi yang berbahagia...

Pungutan di sekolah yang sering dikeluhkan para orang renta siswa, kini bisa diadukan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Kemendikbud, Selasa (28/6/2016), di Jakarta, merilis situs laporpungli.kemdikbud.go.id,  sebagai wadah bagi pelaku pendidikan, menyerupai orang tua, pemerintah daerah, maupun siswa yang merasa dirugikan sebab pengenaan pungutan, terutama ketika Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menjelaskan, situs ini merupakan jalan masuk untuk memberikan laporan mengenai pengutan di sekolah yang dirasa merugikan siswa atau orang renta siswa. 

“Pemerintah tidak menutup mata masih adanya praktik pungutan-pungutan di sekolah yang memberatkan, terutama ketika penerimaan peserta didik gres menyerupai kini ini.

Kemendikbud menyediakan jalan masuk pelaporan bagi siapa saja yang merasa dirugikan dengan praktik pungutan itu,” kata Mendikbud Anies Baswedan yang sedang dalam perjalanan kiprah ke Jerman, melalui pesan singkat, Selasa (28/6/2016).

"Jangan ada lagi pihak yang memandang siswa sebagai pundi-pundi uang untuk dikeruk! Mereka yaitu anak kita, adik kita. Mereka yaitu wajah masa depan kita. Kita harus bantu, kita harus fasilitasi jangan malah dijadikan sebagai penghasilan," ujar Anies Baswedan.

Menurut Menteri Anies, pelaporan dan pengaduan akan diselesaikan dengan kolaborasi antar Pemerintah Daerah, dan Direktorat Jenderal terkait di Kemendikbud. “Semenjak dirilis, sudah ada dua pelaporan yang masuk, dan kami tangani,” kata  Mendikbud.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 44 Tahun 2012 wacana Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan dan Satuan Pendidikan Dasar melarang pungutan di sekolah.

Pertama dihentikan dilakukan kepada peserta didik atau orang renta atau walinya yang tidak bisa secara ekonomis.

Kedua, dihentikan dikaitkan dengan persyaratan akademik untuk penerimaan peserta didik, evaluasi hasil berguru peserta didik, dan/atau kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.

Ketiga, dihentikan dipakai untuk kesejahteraan anggota komite sekolah atau forum representasi pemangku kepentingan satuan pendidikan baik pribadi maupun tidak langsung.

Mendikbud Anies Baswedan menghimbau kepada pemerintah kawasan untuk proaktif mengingatkan kepada tiap sekolah (satuan pendidikan) supaya tidak melegalkan pengenaan pungutan liar. “Biaya pendidikan itu harus memegang prinsip keadilan, jangan memaksa orang renta apalagi siswa dengan komplemen persyaratan masuk sekolah,” kata Mendikbud. *

Silahkan kunjungi laman resminya pada tautan berikut ini ==> http://laporpungli.kemdikbud.go.id

Friday, February 1, 2019

Terbaik Surat Mendikbud Ri Anies Baswedan Kepada Seluruh Guru, Kepala Sekolah, Dan Tenaga Kependidikan Di Simpulan Jabatannya Sebagai Mendikbud Ri Pada 27 Juli 2016

Sahabat Edukasi yang berbahagia...

Tepatnya pada hari Rabu, tanggal 27 Juli 2016 telah dilantik oleh Presiden Republik Indonesia, Bpk Joko Widodo yakni Bpk. Muhajir Efendi sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang gres yakni menggantikan jabatan yang selama ini diemban oleh Bpk. Anies Baswedan.

Berikut isi surat dari Bpk. Anies Baswedan yang dikirimkan kepada seluruh Guru, Kepala Sekolah, dan Tenaga Kependidikan, selengkapnya sebagai berikut:

Kepada Yth:
Bapak/Ibu Guru, Kepala Sekolah, dan Tenaga Kependidikan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selama 20 bulan ini aku mendapat kehormatan menjalankan sebuah amanah konstitusi dan amanah dan Allah SWT untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa lewat jalur pemerintahan.

Hari ini aku mengakhiri masa kiprah di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tugas ini telah dicukupkan. Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi pada Presiden Jokowi yang telah memperlihatkan kehormatan ini. Tugas besar ini fundamental alasannya yaitu pendidikan dan kebudayaan menyangkut masa depan kita masa depan bangsa tercinta.

Sejak bertugas di Kemendikbud aku meneruskan kebiasaan berkeliling ke penjuru Indonesia, ke sudut-sudut Nusantara, berbincang Iangsung dengan ribuan guru dan tenaga kependidikan Saya menemukan mutiara-mutiara berkilauan sudut-sudut tersulit Republik ini.

Dinding kelas Ina reyot dan rapuh, tapi semangat guru, siswa dan orangtua tegak kokoh. Dalam aneka macam kesederhanaan fasilitas, sebuah PR besar Pemerintah, aku melihat gelora keceriaan mencar ilmu yang luar biasa.

Ibu dan Bapak yang amat aku hormati, kami sebangsa menitipkan persiapan masa depan Republik ini. Di sekolah tampak hadir bukan saja wajah anak-anak, tapi juga wajah masa depan Indonesia. Teruslah songsong belum dewasa itu dengan hati dan sepenuh hati, ijinkan mereka menyambut dengan hati pula. Jadikan pagi mencar ilmu pagi yang cerah Sesungguhnya bukan matahari yang menyebabkan cerah, tapi mata-hati tiap anak, tiap guru yang menjadikannya cerah.

Di hari terakhir aku bertugas di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ijinkan aku memberikan harapan kepada Ibu dan Bapak semua. Harapan semoga perubahan dalam pendidikan terus menuju ke arah yang lebih baik. Mari kita teguhkan janji untuk menyebabkan sekolah sebagai taman yang penuh tantangan dan menyenangkan bagi semua warga sekolah. Mari kita pastikan bahwa sekolah menjadi kawasan di mana belum dewasa kita tumbuh dan berkembang sesuai kodratnya, memenuhi potensi unik dirinya.

Mari kita jadikan sekolah sebagai sumur amal yang darinya akan mengalir pahala tanpa henti bagi Ibu dan Bapak semua Ibu dan Bapak, teruslah bergandengan dekat dengan orangtua, gotong royong menuntun belum dewasa meraih masa depannya, menjawab tantangan jamannya melampaui cita-citanya. Saya titipkan kepada Ibu dan Bapak Guru aneka macam perubahan yang telah kita mulai bersama, baik dalam bentuk peraturan-peraturan gres yang mendorong ekesistem sekolah menyenangkan dan bebas dari kekerasan, maupun melalui adaptasi dan praktik baik di sekolah.

Ibu dan Bapak yang aku banggakan. Menteri boleh berganti, tapi ikhtiar kita semua dalam mendidik belum dewasa bangsa tak boleh terhenti Masih banyak pekerjaan rumah Pemerintah yang harus ditunaikan bagi guru dan tenaga pendidikan, aku percaya itu semua akan dituntaskan.

Mari kita lanjutkan perjuangan, beri proteksi pada janji pemerintah dalam membangun sekolah menyenangkan, serta jaga stamina raga, rasa dan cipta Ibu dan Bapak semua. Ijinkan aku pamit sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, teriring rasa terima kasih, juga permohonan maaf tak sampai atas segala khilaf yang ada. Salam hormat aku untuk Ibu dan Bapak semua. Mari kita teruskan ikhitiar mencerdaskan kehidupan bangsa ini.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jakarta, 27 Juli 2016

Anies Baswedan

Download Surat Mendikbud RI Anies Baswedan Kepada Seluruh Guru, Kepala Sekolah, dan Tenaga Kependidikan Pada Akhir Jabatannya Sebagai Mendikbud RI Pada 27 Juli 2016 tersebut di atas silahkan klik pada tautan berikut

Selamat jalan dalam melanjutkan usaha pendidikan melalui karya-karya terbaikmu selanjutnya Pak Anies, semoga kesehatan dan kebahagiaan senantiasa menyertai Bapak, keluarga, serta seluruh guru dan tenaga kependidikan di Indonesia tercinta. Amin... Semoga bermanfaat dan terimakasih... Salam Edukasi...!