Showing posts sorted by date for query materi-pelajaran-ilmu-pengetahuan. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query materi-pelajaran-ilmu-pengetahuan. Sort by relevance Show all posts

Thursday, April 30, 2020

Soal Pts/Uts Tema 6 Kelas 5 Semester 2 K13 Tahun 2018/2019

Berikut ini yaitu pola latihan Soal PTS/UTS Tema 6 Kelas 5 Semester 2 K13 Terbaru Tahun Ajaran 2018/2019. Soal Perguruan Tinggi Swasta Tema 6 ini sudah dilengkapi dengan kunci jawaban. Semoga soal ini sanggup membantu kalian dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi Penilaian Tengah Semester (PTS) 2.

Soal Perguruan Tinggi Swasta Tema 6 Kelas 5 Semester 2



I. Berilah tanda silang (x) pada abjad a, b, c atau d di depan tanggapan yang paling benar !
Muatan Palajaran : PPKn
1. Hak seorang pelajar yaitu ....
a. bekerja
b. mendapat sekolah yang layak
c. tidak sekolah
d. mendapat tempat berguru seadanya

2. Berikut ini yang bukan pola hak warga negara Indonesia yaitu ....
a. mendapat sumbangan hukum
b. berhak atas penghidupan yang layak
c. mempunyai kedudukan sama dalam hukum
d. taat membayar pajak

3. Berikut ini yang bukan kewajiban seorang anak yaitu ....
a. membersihkan lingkungan
b. berguru dengan tekun
c. membantu orang tua
d. mencari hiburan

4. Berikut pola hak di rumah yaitu ....
a. mendapat kasih sayang dari guru
b. melaksanakan kiprah piket
c. mendapat sumbangan dari HAM
d. mendapat perhatian dari orang tua

5. Kewajiban bagi pengguna transportasi umum yaitu ....
a. merasa nyaman dalam perjalanan
b. mendapat tempat duduk
c. membayar tarif
d menciptakan gaduh

Muatan Pelajaran : Bahasa Indonesia
6. Perhatikan pernyataan berikut!
(1) Mencatat bagian-bagian yang penting
(2) Membaca buku atau teks bacaan yang akan diringkas
(3) Menyusun bagian-bagian penting tersebut dalam kalimat yang baik.
Langkah menyusun ringkasan yang baik yaitu ....
a. (1) – (3) – (2)
b. (2) – (1) – (3)
c. (2) – (3) – (1)
d. (3) – (1) – (2)

7. Berikut bukan ciri ringkasan yang baik yaitu ....
a. menulis semua bacaan secara runtut
b. pemakaian bahasa singkat dan padat
c. ditulis dengan memakai kata-kata sendiri
d. gampang dimengerti orang lain

8. Tujuan dari teks eksplanasi yaitu ....
a. melaporkan hasil observasi
b. menggambarkan suatu obyek
c. menjelaskan suatu prosedur
d. menyajikan informasi berupa fakta

9. Berikut ini merupakan fenomena yang tidak dibahas dalam teks eksplanasi adalah
a. alam
b. sosial
c. entertainment
d. pendidikan

10. Perhatikan teks berikut ini!
Hubungan insan dengan sungai terperinci tak sanggup dipisahkan. Di tepian beberapa sungai
insan menciptakan rumah terapung. Di Kalimantan sebutannya lanting sementara di sepanjang Sungai Musi, Palembang, disebut rakit. Masyarakat rumah terapung ini benar-benar memanfaatkan sungai untuk kehidupannya. Kini, rumah terapung dipertahankan keberadaannya sebagai objek wisata

Ringkasan bacaan tersebut yaitu ....
a. Rumah terapung yaitu pola ketergantungan insan dengan sungai
b. Rumah terapung dijadikan objek wisata
c. Banyak sebutan untuk rumah terapung di Indonesia
d. Manusia selalu berafiliasi dengan sungai. Contohnya yaitu keberadaan masyarakat rumah terapung di Indonesia

Muatan Pelajaran : IPA
11. Perpindahan kalor secara konveksi terjadi pada ....
a. gas secara pancaran
b. zat cair secara aliran
c. zat padat secara rambatan
d. ruang hampa secara pancaran

12. Sendok terasa panas ketika gunakan untuk mengaduk teh panas. Hal ini menandakan terjadinya aliran panas secara ....
a. radiasi
b. konduksi
c. konveksi
d. konveksi dan radiasi

13. Kita sering memakai materi konduktor dan isolator dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu benda tersebut yaitu setrika. Bagian setrika yang sanggup menghantarkan panas yaitu ....
a. alat pemutar panas
b. bab dasar
c. bab atas
d. pegangan

14. Perhatikan sifat-sifat benda berikut!
(1) Termasuk materi konduktor
(2) Kedap air
(3) Tidak sebaik logam sifat konduktornya
(4) Tembus pandang
Benda yang mempunyai sifat-sifat tersebut yaitu ....
a. kaca
b. seng
c. buku
d. kayu

15. Benda ini bersifat konduktor. Benda ini mempunyai sifat ringan, lentur, dan tahan terhadap karat. Benda tersebut yaitu ....
a. kaca
b. karet
c. plastik
d. aluminium

Muatan Pelajaran : IPS
16. Indonesia merupakan negara agraris, alasannya yaitu sebagian besar penduduknya bekerja sebagai ....
a. petani
b. pedagang
c. nelayan
d. pengusaha

17. Dampak penampakan ikan memakai materi peledak yaitu ....
a. ikan menjadi tidak yummy rasanya
b. harga ikan menjadi murah
c. populasi ikan terancam cepat punah
d. banyak sekali macam ikan tidak disukai konsumen

18. Berikut ini yang termasuk dampak terjadinya kemiskinan yaitu ....
a. kesejahteraan masyarakat meningkat
b. gizi jelek pada balita
c. lapangan pekerjaan banyak tersedia
d. kualitas pendidikan maju

19. Angka kelahiran yang tinggi dan angka final hidup yang rendah akan menimbulkan terjadinya ....
a. pertumbuhan penduduk yang tinggi
b. pertumbuhan penduduk yang rendah
c. persebaran penduduk yang tidak merata
d. peningkatan pendapatan

20. Program yang dilaksanakan untuk mengatasi duduk perkara kependudukan yaitu acara ....
a. pendidikan dasar 9 tahun
b. pancausaha tani
c. transmigrasi
d. reboisasi

Muatan Pelajaran : SBdP
21. Serangkaian gambar yang mengandung narasi atau dongeng disebut ....
a. gambar cerita
b. gambar ekspresif
c. gambar imajinatif
d. gambar eksekutif

22. Fungsi dari gambar dongeng yaitu untuk ....
a. memperindah tampilan
b. memberikan objek
c. memberikan pesan
d. menjawab pertanyaan

23. Langkah terakhir menciptakan gambar dongeng yaitu ....
a. menentukan tema
b. mewarnai gambar
c. menentukan gambar sketsa
d. menciptakan gambar sketsa

24. Bersifat riang bangga merupakan salah satu ciri tangga nada ....
a. diatonis mayor
b. diatonis minor
c. pentatonis mayor
d. pentatonis mino

25. Pola lantai pada tari kawasan dipakai untuk menciptakan ....
a. permainan garis
b. deretan kelompok
c. tatanan yang rumit
d. iringan musik yang cepat

II. Isilah titik-titik berikut dengan tanggapan yang benar !
PPKn : Soal no 1 – 5
Bahasa Indonesia : Soal no 6 – 10
IPA : Soal no 11 – 15
IPS : Soal no 16 – 20
SBdP : Soal no 21 – 25
1. Sesuatu yang mutlak menjadi milik kita dan penggunaannya bergantung kepada kita sendiri disebut .....................................................................................
2. Hak asasi yaitu hak yang dibawa semenjak ............................................
3. Setiap warga berhak untuk berserikat dan berkumpul dan mengeluarkan ........................
4. Kewajiban harus dilaksanakan dengan penuh .....................................
5. Membayar pajak menjadi kewajiban ......................................
6. Paragraf terakhir pada teks eksplanasi merupakan bab .......................
7. Inti dari teks eksplanasi terdapat pada bab ....................................
8. Informasi yang terdapat pada teks eksplanasi berdasarkan .......................................
9. Teks eksplanasi perihal pengangguran yaitu pola dari fenomena ...............................
10. Membaca merupakan kegiatan yang sangat positif. Membaca sanggup meningkatkan wawasan maupun pengetahuan. Membaca harus kita awali semenjak dini. Makin banyak membaca, makin banyak pula ilmu pengetahuan yang kita dapatkan.
Pokok pikiran yarg sempurna berdasarkan paragraf tersebut yaitu ...................................
11. Solder memakai materi yang bersifat isolator pada bab .................................
12. Perambatan panas secara radiasi sanggup terjadi tanpa memerlukan ............................................
13. Panci yang berisi air mendidih sanggup kita angkat dari kompor dengan memakai pelindung panas yang terbuat dari benda yang bersifat ..........................................
14. Dinding beling bab dalam termos terbuat dari ....................................................
15. Panas dari lilin yang dibakar berpindah secara .............................................
16. Manusia melaksanakan kegiatan ekonomi bertujuan untuk ..................................................
17. Kegiatan ekonomi masyarakat di suatu kawasan dipengaruhi oleh .........................................
18. Daerah pantai yang mempunyai panorama yang indah dimanfaatkan untuk kegiatan ...........................
19. Masalah sosial hanya sanggup diselesaikan secara ............................................................
20. Tingkat pendidikan di kawasan pedalaman cenderung ...............................................................
21. Seseorang yang mempunyai keahlian dalam menggambar disebut .....................................................
22. Tangga nada yang mempunyai lima buah nada yaitu tangga nada .....................................................
23. Lagu yang dinyanyikan dengan tangga nada diatonis minor biasanya bersifat .................................
24. Pola lantai tariSaman yaitu ...............................................................
25. Pola lantai zig-zag merupakan pola pengembangan dari pola lantai ............................................

III. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan uraian yang terperinci dan benar!
PPKn : Soal no 1 – 5
Bahasa Indonesia : Soal no 6 – 10
IPA : Soal no 11 – 15
IPS : Soal no 16 – 20
SBdP : Soal no 21 – 25

1. Apa yang dimaksud dengan kewajiban?
Jawab : ..............................................................................................................................................
......................................................

2. Sebutkan dua pola kewajiban dalam kehidupan sehari-hari !
Jawab : ..............................................................................................................................................
......................................................

3. Apa akhirnya kalau hak tidak dipakai sebagaimana mestinya?
Jawab : ..............................................................................................................................................
......................................................

4. Sikap apa yang harus ditumbuhkan dalam melaksanakan kewajiban?
Jawab : ..............................................................................................................................................
......................................................

5. Sebutkan pola penggunaan hak secara bertanggung jawab!
Jawab : ..............................................................................................................................................
......................................................

6. Jelaskan berdasarkan pendapatmu perihal teks eksplanasi !
Jawab : ..............................................................................................................................................
......................................................

7. Apa isi bab pernyataan umum pada teks eksplanasi !
Jawab : ..............................................................................................................................................
......................................................

8. Apa isi bab interpretasi pada teks eksplanasi l
Jawab : ..............................................................................................................................................
......................................................

9. Sebutkan tiga topik teks eksplanasi mengenai fenomena sosial !
Jawab : ..............................................................................................................................................
......................................................

10. Apa yang dilakukan sebelum menciptakan kesimpulan yang berupa skema atau skema?
Jawab : ..............................................................................................................................................
......................................................

11. Mengapa pada cuaca dingin, orang suka menggosok-gosokkan tangannya?
Jawab : ..............................................................................................................................................
......................................................

12. Apa yang dimaksud dengan konduktor panas?
Jawab : ..............................................................................................................................................
......................................................

13. Mengapa tembaga termasuk materi yang bersifat konduktor?
Jawab : ..............................................................................................................................................
......................................................

14. Sebutkan sifat aluminium !
Jawab : ..............................................................................................................................................
......................................................

15. Mengapa peralatan dapur untuk memasak pegangannya dibentuk dari kayu?
Jawab : ..............................................................................................................................................
......................................................

16. Apa tujuan acara ekonomi?
Jawab : ..............................................................................................................................................
......................................................

17. Bagaimanakah acara ekonomi penduduk di wilayah pesisir?
Jawab : ..............................................................................................................................................
......................................................

18. Mengapa pertanian penduduk di dataran rendah berbeda dengan di wilayah pegunungan?
Jawab : ..............................................................................................................................................
......................................................

19. Jelaskan upaya-upaya yang sanggup dilakukan untuk mengatasi kemacetan kemudian lintas !
Jawab : ..............................................................................................................................................
......................................................

20. Mengapa kemiskinan rentan terhadap tindak kejahatan?
Jawab : ..............................................................................................................................................
......................................................

21. Sebutkan urutan langkah dalam menciptakan gambar dongeng !
Jawab : ..............................................................................................................................................
......................................................

22. Tuliskan ciri-ciri tangga nada diatonis mayor!
Jawab : ..............................................................................................................................................
......................................................

23. Jelaskan jenis-jenis tangga nada miror !
Jawab : ..............................................................................................................................................
......................................................

24. Sebutkan dua pola garis dasar pada pola lantai gerakan tari daerah!
Jawab : ..............................................................................................................................................
......................................................

25. Sebutkan pola gerakan pengembangan pola lantai lurus !
Jawab : ..............................................................................................................................................
......................................................

Download Soal PTS/UTS Tema 6 Kelas 5 Semester 2 K13 Tahun 2018/2019

KUNCI JAWABAN ROOM I

Muatan Pelajaran : PPKn
1. b. mendapat sekolah yang layak
2. d. taat membayar pajak
3. d. mencari hiburan
4. d. mendapat perhatian dari orang tua
5. c. membayar tarif
Muatan Pelajaran : Bahasa Indonesia
6. b. (2) – (1) – (3)
7. a. menulis semua bacaan secara runtut
8. d. menyajikan informasi berupa fakta
9. c. entertainment
10. b. Rumah terapung dijadikan objek wisata
Muatan Pelajaran : IPA
11. b. zat cair secara aliran
12. b. konduksi
13. b. bab dasar
14. a. kaca
15. b. karet
Muatan Pelajaran : IPS
16. a. petani
17. c. populasi ikan terancam cepat punah
18. b. .gizi jelek pada balita
19. a. pertumbuhan penduduk yang tinggi
20. c. transmigrasi
Muatan Pelajaran : SBdP
21. a. gambar cerita
22. c. memberikan pesan
23. b. mewarnai gambar
24. a. diatonis mayor
25. b. deretan kelompok
c. tatanan yang rumit
d. iringan musik yang cepat

KUNCI JAWABAN ROOM II

PPKn : Soal no 1 – 5
Bahasa Indonesia : Soal no 6 – 10
IPA : Soal no 11 – 15
IPS : Soal no 16 – 20
SBdP : Soal no 21 – 25
1. hak
2. lahir
3. pendapat
4. tanggung jawab
5. semua warga negara yang dikenai wajib pajak
6. interpretasi
7. pernyataan umum
8. fakta
9. sosial
10. Membaca merupakan kegiatan yang sangat positif.
11. pegangan
12. perantara
13. isolator
14. aluminium
15. radiasi
16. memenuhi kebutuhan hidupnya
17. keadaan geografis
18. pariwisata
19. bersama-sama
20. rendah
21. seniman
22. pentatonis
23. kurang bersemangat
24. Pola horizontal
25. garis lurus

KUNCI JAWABAN ROOM III

1. sesuatu yang harus dikerjakan
2. belajar, beribadah
3. hidup menjadi tidak seimbang
4. ikhlas, tanggung jawab
5. memakai akomodasi sekolah
6. Teks yang membahas suatu proses terjadinya atau terbentuknya suatu fenomena alam ataupun sosial
7. klarifikasi umum perihal fenomena yang dibahas, sanggup berupa pengenalan atau penjelasannya
8. berisi kesimpulan dari penjelasan
9. pengangguran, kemiskinan, kenakalan remaja
10. Membaca dengan teliti sehabis itu mencatat gagasan utama kemudian menciptakan ringkasan
11. untuk mendapat kehangatan
12. konduktor panas yaitu benda-benda yang gampang dan cepat menghantarkan panas.
13. alasannya yaitu tembaga termasuk benda logam
14. ringan, tahan karat, penghantar panas yang baik
15. semoga tangan kita tidak kepanasan
16. untuk memenuhi kebutuhan hidup
17. bekerja sebagai nelayan
18. alasannya yaitu keadaan cuaca di dataran rendah dan di pegunungan berbeda
19. memakai lampu kemudian lintas, memakai jalan layang
20. orang yang hidup dalam kemiskinan tidak sanggup memenuhi kebutuhannya sehingga mereka melaksanakan kejahatan
21. menentukan tema, menciptakan sketsa, menyempurnakan gambar
22. bersifat riang gembira, bersemangat, diawali dan diakhiri dengan nada do, mempunyai pola interval:1,1,1/2,1,1,1,1/2
23. tangga nada minor asli, tangga nada minor melodis, tangga nada minor harmonis, tangga nada minor zigana
24. pola lantai melingkar,garis lurus kedepan, dan garis horisontal.
25. pola lantai garis lurus sanggup dikembangkan menjadi pola lantai horizontal, diagonal, garis lurus ke depan, zig-zag, segi empat, dan segitiga
Note: Soal PTS/UTS Tema 6 Kelas 5 Semester 2 K13 Tahun 2018/2019 yaitu konten yang disusun oleh dan dilindungi undang-undang hak cipta. Dilarang mengcopy paste dan mempublish ulang konten dalam bentuk apapun ! Terima kasih
Itulah Soal PTS/UTS Tema 6 Kelas 5 Semester 2 K13 Tahun 2018/2019 yang sanggup saya bagikan. Semoga bermanfaat.

Thursday, January 23, 2020

Terbaik Pelaksanaan Kiprah Kerja Kepala Sekolah Dalam Melakukan Rencana Kerja Sekolah

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Berikut share terkait tahapan kegiatan pelaksanaan kiprah kerja kepala sekolah yang dalam pelaksanaanya dilakukan dengan kolaborasi dengan wakil kepala sekolah beserta seluruh pegawai dari sekolah bersangkutan. 

Untuk melihat tahapan kiprah kerja dalam Merencanakan Program Sekolah sanggup dilihat pada artikel sebelumnya pada links berikut. Pelaksanaan kiprah dalam tahapan kegiatan pelaksanaan kiprah kepala sekolah ini admin share dari buku kerja kepala sekolah adalah pada tahapan Melaksanakan Rencana Kerja sebagai berikut :

1. Pedoman Sekolah

a.   Sekolah membuat dan mempunyai pedoman yang mengatur aneka macam aspek pengelolaan secara tertulis yang gampang dibaca oleh pihak-pihak yang terkait.
b.   Perumusan pedoman sekolah:
1)   mempertimbangkan visi, misi dan tujuan sekolah;
2)   ditinjau dan dirumuskan kembali secara terpola sesuai dengan perkembangan masyarakat.
c.   Pedoman pengelolaan sekolah meliputi:
1)   Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP);
2)   kalender pendidikan/akademik;
3)   struktur organisasi sekolah;
4)   pembagian kiprah di antara guru;
5)   pembagian kiprah di antara tenaga kependidikan;
6)   peraturan akademik;
7)   tata tertib sekolah;
8)   kode etik sekolah;
9)   biaya operasional sekolah.
d.   Pedoman sekolah berfungsi sebagai petunjuk pelaksanaan operasional.
e.   Pedoman pengelolaan KTSP, kalender pendidikan dan pembagian kiprah pendidik dan tenaga kependidikan dievaluasi dalam skala tahunan, sementara lainnya dievaluasi sesuai kebutuhan.

2. Struktur Organisasi Sekolah

a.   Struktur organisasi sekolah berisi perihal sistem penyelenggaraan dan manajemen yang diuraikan secara terang dan transparan.
b.   Semua pimpinan, pendidik, dan tenaga kependidikan mempunyai uraian tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang terang perihal keseluruhan penyelenggaraan dan manajemen sekolah.
c.   Pedoman yang mengatur perihal struktur organisasi sekolah:
1)   memasukkan unsur staf manajemen dengan wewenang dan tanggungjawab yang terang untuk menyelenggarakan manajemen secara optimal;
2)   dievaluasi secara terpola untuk melihat efektifitas mekanisme kerjapengelolaan sekolah;
3)   diputuskan oleh kepala sekolah dengan mempertimbangkan pendapat dari komite sekolah.

3. Pelaksanaan Kegiatan Sekolah

a.   Kegiatan sekolah:
1)   dilaksanakan menurut planning kerja tahunan;
2)   dilaksanakan oleh penanggung jawab kegiatan yang didasarkan pada ketersediaan sumber daya yang ada.
b.   Pelaksanaan kegiatan sekolah yang tidak sesuai RKS yang sudah ditetapkan perlu mendapat persetujuan melalui rapat dewan pendidik dan komite sekolah.
c.   Kepala sekolah/madrasah mempertanggungjawabkan pelaksanaan pengelolaan bidang akademik dan non akademik pada rapat dewan pendidik dan komite sekolah dalam bentuk laporan pada tamat tahun aliran yang disampaikan sebelum penyusunan planning kerja tahunan berikutnya.

4. Bidang Kesiswaan

a.   Sekolah menyusun dan memutuskan petunjuk pelaksanaan operasional mengenai proses penerimaan peserta didik yang meliputi:
1)   kriteria calon peserta didik:
a)   SD berusia sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun, pengecualian terhadap usia peserta didik yang kurang dari 6 (enam) tahun dilakukan atas dasar rekomendasi tertulis dari pihak yang berkompeten, menyerupai konselor sekolah maupun psikolog;
b)   SDLB/SMPLB/SMALB berasal dari peserta didik yang mempunyai kelainan fisik, emosional, intelektual, mental, sensorik, dan/atau sosial;
c)   SMP berasal dari lulusan SD, Paket A atau satuan pendidikan bentuk lainnya yang sederajat;
d)   SMA/SMK, berasal dari anggota masyarakat yang telah lulus dari SMP, Paket B atau satuan pendidikan lainnya yang sederajat.
2)   Penerimaan peserta didik sekolah dilakukan:
a)   secara obyektif, transparan, dan akuntabel sebagaimana tertuang dalam hukum sekolah;
b)   tanpa diskriminasi atas dasar pertimbangan gender, agama, etnis, status sosial, kemampuan ekonomi bagi SD, Sekolah Menengah Pertama akseptor subsidi dari Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah;
c)   berdasar kriteria hasil ujian nasional bagi SMA/SMK, dan kriteria pemanis bagi SMK;
d)   sesuai dengan daya tampung sekolah.
3)   Orientasi peserta didik gres yang bersifat akademik dan pengenalan lingkungan tanpa kekerasan dengan pengawasan guru.
b.   Sekolah:
1)   memberikan layanan konseling kepada peserta didik;
2)   melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk para peserta didik;
3)   melakukan pembinaan prestasi unggulan

5. Bidang Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran

a. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

1)   Sekolah menyusun KTSP.
2)   Penyusunan KTSP memperhatikan Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, dan peraturan pelaksanaannya.
3)   KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah, potensi atau karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan peserta didik.
4)   Kepala Sekolah bertanggungjawab atas tersusunnya KTSP.
5)   Wakil Kepala Sekolah Menengah Pertama dan wakil kepala SMA/SMK bidang kurikulum bertanggungjawab atas pelaksanaan penyusunan KTSP.
6)   Setiap guru bertanggungjawab menyusun silabus setiap mata pelajaran yang diampunya sesuai dengan Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan, dan Panduan Penyusunan KTSP.
7)   Dalam penyusunan silabus, guru sanggup berafiliasi dengan Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), atau Perguruan Tinggi.
8)   Penyusunan KTSP tingkat SD dan Sekolah Menengah Pertama dikoordinasi, disupervisi, dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sedangkan SDLB, SMPLB, SMALB, Sekolah Menengan Atas dan Sekolah Menengah kejuruan oleh Dinas Pendidikan Provinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan.

b. Kalender Pendidikan

1)   Sekolah menyusun kalender pendidikan/akademik yang mencakup jadwal pembelajaran, ulangan, ujian, kegiatan ekstrakurikuler, dan hari libur.
2)   Penyusunan kalender pendidikan/akademik:
a)   didasarkan pada Standar Isi;
b)   berisi mengenai pelaksanaan acara sekolah selama satu tahun dan dirinci secara semesteran, bulanan, dan mingguan;
c)   diputuskan dalam rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala sekolah.
3)   Sekolah menyusun jadwal penyusunan KTSP.
4)   Sekolah menyusun mata pelajaran yang dijadwalkan pada semester gasal, dan semester genap.

c. Program Pembelajaran

1)   Sekolah menjamin mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dan jadwal pendidikan pemanis yang dipilihnya.
2)   Kegiatan pembelajaran didasarkan pada Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, dan peraturan pelaksanaannya, serta Standar Proses dan Standar Penilaian.
3)   Mutu pembelajaran di sekolah dikembangkan dengan:
a)   model kegiatan pembelajaran yang mengacu pada Standar Proses;
b)   melibatkan peserta didik secara aktif, demokratis, mendidik, memotivasi, mendorong kreativitas, dan dialogis;
c)   tujuan semoga peserta didik mencapai contoh pikir dan kebebasan berpikir sehingga sanggup melaksanakan acara intelektual yang berupa berpikir, berargumentasi, mempertanyakan, mengkaji, menemukan, dan memprediksi;
d)   pemahaman bahwa keterlibatan peserta didik secara aktif dalam proses berguru yang dilakukan secara sungguh-sungguh dan mendalam untuk mencapai pemahaman konsep, tidak terbatas pada materi yang diberikan oleh guru.
4)   Setiap guru bertanggungjawab terhadap mutu perencanaan kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya semoga peserta didik mampu:
a)   meningkat rasa ingin tahunya;
b)   mencapai keberhasilan belajarnya secara konsisten sesuai dengan tujuan pendidikan;
c)   memahami perkembangan pengetahuan dengan kemampuan mencari sumber informasi;
d)   mengolah informasi menjadi pengetahuan;
e)   menggunakan pengetahuan untuk menuntaskan masalah;
f)    mengkomunikasikan pengetahuan pada pihak lain; dan
g)   mengembangkan berguru berdikari dan kelompok dengan proporsi yang wajar.
5)   Kepala sekolah bertanggungjawab terhadap kegiatan pembelajaran sesuai dengan peraturan yang ditetapkan Pemerintah.
6)   Kepala SD/SDLB/SMPLB/SMALB, wakil kepala SMP, dan wakil kepala SMA/SMK bidang kurikulum bertanggung jawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran.
7)   Setiap guru bertanggung jawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya dengan cara:
a)   merujuk perkembangan metode pembelajaran mutakhir;
b)   menggunakan metoda pembelajaran yang bervariasi, inovatif dan sempurna untuk mencapai tujuan pembelajaran;
c)   menggunakan fasilitas, peralatan, dan alat bantu yang tersedia secara efektif dan efisien;
d)   memperhatikan sifat alamiah kurikulum, kemampuan peserta didik, dan pengalaman berguru sebelumnya yang bervariasi serta kebutuhan khusus bagi peserta didik dari yang bisa berguru dengan cepat hingga yang lambat;
e)   memperkaya kegiatan pembelajaran melalui lintas kurikulum, hasil-hasil penelitian dan penerapannya;
f)    mengarahkan kepada pendekatan kompetensi semoga sanggup menghasilkan lulusan yang gampang beradaptasi, mempunyai motivasi, kreatif, mandiri, mempunyai etos kerja yang tinggi, memahami berguru seumur hidup, dan berpikir logis dalam menuntaskan masalah.

d. Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik

1)      Sekolah menyusun jadwal penilaian hasil berguru yang berkeadilan, bertanggung jawab dan berkesinambungan.
2)      Penyusunan jadwal penilaian hasil berguru didasarkan pada Standar Penilaian Pendidikan.
3)      Sekolah menilai hasil berguru untuk seluruh kelompok mata pelajaran, dan membuat catatan keseluruhan, untuk menjadi materi jadwal remedial, penjelasan capaian ketuntasan yang direncanakan, laporan kepada pihak yang memerlukan, pertimbangan kenaikan kelas atau kelulusan, dan dokumentasi.
4)      Seluruh jadwal penilaian hasil berguru disosialisasikan kepada guru.
5)      Program penilaian hasil berguru perlu ditinjau secara periodik, menurut data kegagalan/kendala pelaksanaan jadwal termasuk temuan penguji eksternal dalam rangka mendapat planning penilaian yang lebih adil dan bertanggung jawab.
6)      Sekolah memutuskan mekanisme yang mengatur transparansi sistem penilaian hasil berguru untuk penilaian formal yang berkelanjutan.
7)      Semua guru mengembalikan hasil kerja siswa yang telah dinilai.
8)      Sekolah memutuskan petunjuk pelaksanaan operasional yang mengatur mekanisme penyampaian ketidakpuasan peserta didik dan penyelesaiannya mengenai penilaian hasil belajar.
9)      Penilaian mencakup semua kompetensi dan materi yang diajarkan.
10)    Seperangkat metode penilaian perlu disiapkan dan dipakai secara terencana untuk tujuan diagnostik, formatif dan sumatif, sesuai dengan metode/strategi pembelajaran yang digunakan.
11)    Sekolah menyusun ketentuan pelaksanaan penilaian hasil berguru sesuai dengan Standar Penilaian Pendidikan.
12)    Kemajuan yang dicapai oleh peserta didik dipantau, didokumentasikan secara sistematis, dan dipakai sebagai balikan kepada peserta didik untuk perbaikan secara berkala.
13)    Penilaian yang didokumentasikan disertai bukti kesahihan, keandalan, dan dievaluasi secara periodik untuk perbaikan metode penilaian.
14)    Sekolah melaporkan hasil berguru kepada orang bau tanah peserta didik, komite sekolah, dan institusi di atasnya.

e. Peraturan Akademik

1) Sekolah menyusun dan memutuskan Peraturan Akademik.
2) Peraturan Akademik berisi:
a) persyaratan minimal kehadiran siswa untuk mengikuti pelajaran dan kiprah dari guru;
b) ketentuan mengenai ulangan, remedial, ujian, kenaikan kelas, dan kelulusan;
c) ketentuan mengenai hak siswa untuk memakai kemudahan belajar, laboratorium, perpustakaan, penggunaan buku pelajaran, buku referensi, dan buku perpustakaan;
d) ketentuan mengenai layanan konsultasi kepada guru mata pelajaran, wali kelas, dan konselor.
3) Peraturan akademik diputuskan oleh rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala sekolah.

6. Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan

a.   Sekolah menyusun jadwal pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan termasuk guru induksi.
b.   Program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan:
1)   disusun dengan memperhatikan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan;
2)   dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah, termasuk pembagian tugas, mengatasi jika terjadi kekurangan tenaga, memilih sistem penghargaan, dan pengembangan profesi bagi setiap pendidik dan tenaga kependidikan serta menerapkannya secara profesional, adil, dan terbuka.
c.   Pengangkatan pendidik dan tenaga kependidikan pemanis dilaksanakan menurut ketentuan yang ditetapkan oleh penyelenggara sekolah.
d.   Sekolah/Madrasah perlu mendukung upaya:
1)   promosi pendidik dan tenaga kependidikan menurut asas kemanfaatan, kepatutan, dan profesionalisme;
2)   pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan yang diidentifikasi secara sistematis sesuai dengan aspirasi individu, kebutuhan kurikulum dan sekolah/madrasah;
3)   penempatan tenaga kependidikan diubahsuaikan dengan kebutuhan baik jumlah maupun kualifikasinya dengan memutuskan prioritas;
4)   mutasi tenaga kependidikan dari satu posisi ke posisi lain didasarkan pada analisis jabatan dengan diikuti orientasi kiprah oleh pimpinan tertinggi sekolah/madrasah yang dilakukan sehabis empat tahun, tetapi bisa diperpanjang menurut alasan yang sanggup dipertanggungjawas tenaga kependidikan pemanis tidak ada mutasi.
e.   Sekolah mendayagunakan:
1)      kepala sekolah melaksanakan kiprah dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan pengelolaan sekolah;
2)      wakil kepala Sekolah Menengah Pertama melaksanakan kiprah dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah;
3)      wakil kepala SMA/SMK, bidang kurikulum melaksanakan kiprah dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah dalam mengelola bidang kurikulum;
4)      wakil kepala SMA/SMK, bidang sarana prasarana melaksanakan kiprah dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah/madrasah dalam mengelola sarana prasarana;
5)      wakil kepala SMA/SMK, bidang kesiswaan melaksanakan kiprah dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah/madrasah dalam mengelola peserta didik;
6)      wakil kepala Sekolah Menengah kejuruan bidang kekerabatan industri melaksanakan kiprah dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah/madrasah dalam mengelola kemitraan dengan dunia perjuangan dan dunia industri;
7)      guru melaksanakan kiprah dan tanggungjawabnya sebagai distributor pembelajaran yang memotivasi, memfasilitasi, mendidik, membimbing, dan melatih peserta didik sehingga menjadi insan berkualitas dan bisa mengaktualisasikan potensi kemanusiaannya secara optimum;
8)      konselor melaksanakan kiprah dan tanggung jawabnya dalam memperlihatkan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik;
9)      pelatih/instruktur melaksanakan kiprah dan tanggung jawabnya memperlihatkan pembinaan teknis kepada peserta didik pada kegiatan pelatihan;
10)    tenaga perpustakaan melaksanakan kiprah dan tanggung jawabnya melaksanakan pengelolaan sumber berguru di perpustakaan;
11)    tenaga laboratorium melaksanakan kiprah dan tanggung jawabnya membantu guru mengelola kegiatan praktikum di laboratorium;
12)    teknisi sumber berguru melaksanakan kiprah dan tanggung jawabnya mempersiapkan, merawat, memperbaiki sarana dan prasarana pembelajaran;
13)    tenaga manajemen melaksanakan kiprah dan tanggung jawabnya dalam menyelenggarakan pelayanan administratif;
14)    tenaga kebersihan melaksanakan kiprah dan tanggung jawabnya dalam memperlihatkan layanan kebersihan lingkungan.

7. Bidang Sarana dan Prasarana

a.   Sekolah memutuskan kebijakan jadwal secara tertulis mengenai pengelolaan sarana dan prasarana.
b.   Program pengelolaan sarana dan prasarana mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana dalam hal:
1)   merencanakan, memenuhi dan mendayagunakan sarana dan prasarana pendidikan;
2)   mengevaluasi dan melaksanakan pemeliharaan sarana dan prasarana semoga tetap berfungsi mendukung proses pendidikan;
3)   melengkapi kemudahan pembelajaran pada setiap tingkat kelas di sekolah;
4)   menyusun skala prioritas pengembangan kemudahan pendidikan sesuai dengan tujuan pendidikan dan kurikulum masing-masing tingkat;
5)   pemeliharaan semua kemudahan fisik dan peralatan dengan memperhatikan kesehatan dan keamanan lingkungan.
c.   Seluruh jadwal pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan disosialisasikan kepada pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik.
d.   Pengelolaan sarana prasarana sekolah:
1)   direncanakan secara sistematis semoga selaras dengan pertumbuhan kegiatan akademik dengan mengacu Standar Sarana dan Prasarana;
2)   dituangkan dalam planning pokok (master plan) yang mencakup gedung dan laboratorium serta pengembangannya.
e.   Pengelolaan perpustakaan sekolah perlu:
1)   menyediakan petunjuk pelaksanaan operasional peminjaman buku dan materi pustaka lainnya;
2)   merencanakan kemudahan peminjaman buku dan materi pustaka lainnya sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan pendidik;
3)   membuka pelayanan minimal enam jam sehari pada hari kerja;
4)   melengkapi kemudahan peminjaman antar perpustakaan, baik internal maupun eksternal;
5)   menyediakan pelayanan peminjaman dengan perpustakaan dari sekolah/madrasah lain baik negeri maupun swasta.
f.    Pengelolaan laboratorium dikembangkan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dilengkapi dengan manual yang terang sehingga tidak terjadi kekeliruan yang sanggup menjadikan kerusakan.
g.   Pengelolaan kemudahan fisik untuk kegiatan ekstra-kurikuler diubahsuaikan dengan perkembangan kegiatan ekstra-kurikuler peserta didik dan mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana.

8. Bidang Keuangan dan Pembiayaan

a.   Sekolah/Madrasah menyusun pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional yang mengacu pada Standar Pembiayaan.
b.   Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional Sekolah mengatur:
1)   sumber pemasukan, pengeluaran dan jumlah dana yang dikelola;
2)   penyusunan dan pencairan anggaran, serta penggalangan dana di luar dana investasi dan operasional;
3)   kewenangan dan tanggung jawab kepala sekolah dalam membelanjakan anggaran pendidikan sesuai dengan peruntukannya;
4)   pembukuan semua penerimaan dan pengeluaran serta penggunaan anggaran, untuk dilaporkan kepada komite sekolah/madrasah, serta institusi di atasnya.
c.   Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional sekolah diputuskan oleh komite sekolah dan ditetapkan oleh kepala sekolah serta mendapat persetujuan dari institusi di atasnya.
d.   Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional sekolah disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah/madrasah untuk menjamin tercapainya pengelolaan dana secara transparan dan akuntabel.

9. Budaya dan Lingkungan Sekolah

a.   Sekolah membuat suasana, iklim, dan lingkungan pendidikan yang aman untuk pembelajaran yang efisien dalam mekanisme pelaksanaan.
b.   Prosedur pelaksanaan penciptaan suasana, iklim, dan lingkungan pendidikan:
1)   berisi mekanisme tertulis mengenai informasi kegiatan penting minimum yang akan dilaksanakan;
2)   memuat judul, tujuan, lingkup, tanggung jawab dan wewenang, serta penjelasannya;
3)   diputuskan oleh kepala sekolah dalam rapat dewan pendidik.
c.   Sekolah memutuskan pedoman tata-tertib yang berisi:
1)   tata tertib pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik, termasuk dalam hal memakai dan memelihara sarana dan prasarana pendidikan;
2)   petunjuk, peringatan, dan larangan dalam berperilaku di Sekolah, serta dukungan sangsi bagi warga yang melanggar tata tertib.
d.   Tata tertib sekolah ditetapkan oleh kepala sekolah melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan masukan komite sekolah, dan peserta didik.
e.   Sekolah memutuskan instruksi etik warga sekolah yang memuat norma tentang:
1)   hubungan sesama warga di dalam lingkungan sekolah dan kekerabatan antara warga sekolah dengan masyarakat;
2)   sistem yang sanggup memperlihatkan penghargaan bagi yang mematuhi dan sangsi bagi yang melanggar.
f.    Kode etik sekolah ditanamkan kepada seluruh warga sekolah/madrasah untuk menegakkan sopan santun sekolah.
g.   Sekolah perlu mempunyai jadwal yang terang untuk meningkatkan kesadaran beretika bagi semua warga sekolah.
h.   Kode etik sekolah yang mengatur peserta didik memuat norma untuk:
1)   menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya;
2)   menghormati pendidik dan tenaga kependidikan;
3)   mengikuti proses pembelajaran dengan menjunjung tinggi ketentuan pembelajaran dan mematuhi semua peraturan yang berlaku;
4)   memelihara kerukunan dan kedamaian untuk mewujudkan harmoni sosial di antara teman;
5)   mencintai keluarga, masyarakat, dan menyayangi sesama;
6)   mencintai lingkungan, bangsa, dan negara; serta
7)   menjaga dan memelihara sarana dan prasarana, kebersihan, ketertiban, keamanan, keindahan, dan kenyamanan sekolah.

10. Peranserta Masyarakat dan Kemitraan Sekolah

a. Sekolah melibatkan warga dan masyarakat pendukung sekolah dalam mengelola pendidikan.
b. Warga sekolah dilibatkan dalam pengelolaan akademik.
c. Masyarakat pendukung sekolah dilibatkan dalam pengelolaan nonakademik.
d. Keterlibatan peranserta warga sekolah dan masyarakat dalam pengelolaan dibatasi pada kegiatan tertentu yang ditetapkan.
e. Setiap sekolah menjalin kemitraan dengan forum lain yang relevan, berkaitan dengan input, proses, output, dan pemanfaatan lulusan.
f.  Kemitraan sekolah dilakukan dengan forum pemerintah atau nonpemerintah.
g. Kemitraan SD/SDLB atau yang setara dilakukan minimal dengan SMP/SMPLB atau yang setara, serta dengan TK/RA/BA atau yang setara di lingkungannya.
h. Kemitraan SMP/SMPLB, atau yang setara dilakukan minimal dengan SMA/SMK/SMALB, SD atau yang setara, serta dunia perjuangan dan dunia industri.
i.   Kemitraan SMA/SMK, atau yang setara dilakukan minimal dengan perguruan tinggi, Sekolah Menengah Pertama atau yang setara, serta dunia perjuangan dan dunia industri di lingkungannya.
j.   Sistem kemitraan sekolah/madrasah ditetapkan dengan perjanjian secara tertulis.